Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Bupati: Pembangunan SDM dan Perekonomian Jadi Fokus Daerah

21 Maret 2019, 12: 18: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

TINJAU STAND: Bupati Sri Sumarni bersama Ketua DPRD Agus Siswanto memberikan hasil dari lomba kreanova di gedung Riptaloka Setda Grobogan, kemarin.

TINJAU STAND: Bupati Sri Sumarni bersama Ketua DPRD Agus Siswanto memberikan hasil dari lomba kreanova di gedung Riptaloka Setda Grobogan, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

 GROBOGAN – Pembangunan tahun 2019 di Kabupaten Grobogan akan difokuskan pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan perekonomian. Untuk itu, pekerjaan rumah tersebut harus didukung semua pihak dengan melakukan tahapan perencanaan tahunan dalam acara rembugan bareng  dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020.

”Untuk tahun ini fokus pada  peningkatan kualitas sumber daya aparatur untuk memperkuat kualitas pelayanan publik di berbagai bidang. Terutama pendidikan dan kesehatan,” kata Bupati Sri Sumarni pembukaan Musrembang RKPD di gedung Riptaloka Setda Grobogan, Rabu (20/3) kemarin.

Dikatakan, tahun 2019 pembangunan pembangunan terus berjalan di semua bidang. Diantaranya lanjutan pembangunan rumah sakit di Wirosari dan Gubug, BLK, Pasar, jalan/jembatan, dan tentunya juga kegiatan fisik serta non fisik lainya.

Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Agus Siswanto, Forkopinda, seluruh Kepala OPD PD, seluruh Camat dan BUMN dan BUMD di Kabupaten Grobogan. Menurutnya diharapkan akan lebih menyempurnakan rancangan RKPD yang telah disusun, lebih mengerucut dan fokus, pada pencapaian sasaran dan target kinerja. Selain itu, bisa mendukung pencapaian tema Pembangunan Kabupaten Grobogan Tahun 2020 . Sebagaimana telah ditetapkan dalam RPJMD Tahun 2016 – 2021.

”Kami masih mempunyai banyak pula pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Persoalan kemiskinan, kematian ibu dan bayi, stunting, indek pembangunan manusia, laju inflasi, peningkatan kualitas SDM, pelayanan publik, masih perlu menjadi fokus perhatian yang harus diprioritaskan,” ujarnya.

Bupati menambahkan, persoalan tersebut tidak semua bisa diselesaikan dengan anggaran APBD Grobogan semua. Sebab, ada keterbatasan APBD. Di mana sebagian besar masih  bergantung pada dana transfer/bantuan pemerintah pusat maupun provinsi, sehingga diperlukan jalinan komunikasi yang baik, efektif dan dengan cara yang benar.

”Kami mengapresiasi atas penilaian pelaksanaan musrenbang kecamatan dan penghargaan hasil kreatifitas inovasi masyarakat pada tahun ini. Sehingga menjadikan semangat agar musrenbang bukan sekedar formalitas dan masyarakat diberikan ruang  untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga berharap dalam tiap tahap penyusunan perencanaan pembangunan, semakin berkualitas, yang akhirnya akan mendukung peningkatan predikat SAKIP, dan mempertahankan predikat WTP yang telah kita raih selama 3 tahun berturut-turut.

(ks/mun/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia