Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Kali Ketiga, Kemendes PTT Latih Puluhan Peternak Ayam Joper

20 Maret 2019, 16: 06: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI MOTIVASI: Wakil Bupati Blora Arief Rohman memberi semangat kepada peternak yang mengikuti pelatihan ayam joper dari Kemendes PTT.

BERI MOTIVASI: Wakil Bupati Blora Arief Rohman memberi semangat kepada peternak yang mengikuti pelatihan ayam joper dari Kemendes PTT. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

BANJAREJO – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta kembali melaksanakan Pelatihan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) kemarin. Yaitu berupa pelatihan ternak ayam Jowo Super (Joper) selama lima hari.

Pada tahun ketiga ini, pelatihan dipusatkan di Balai Desa Gadu. Diikuti sebanyak 30 orang dari tiga desa. Yakni Desa Gadu, Sambong, dan Temengeng. ”Peserta akan mengikuti pelatihan selama lima hari. Mereka sebelumnya telah diseleksi dari desa masing-masing,” terang Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMD Sri Widjanarsih.

Mewakili Kepala BBLM Yogyakarta, Kepala Bidang Penyelenggaraan BBLM Yogyakarta M Hery Salugu menyampaikan, pelatihan Prukades ternak ayam joper di Blora ini sudah berjalan tiga tahun. Selain itu telah melahirkan lebih dari seratus peternak dari berbagai desa.

”Ternak ayam joper sangat cocok dikembangkan karena mempunyai beberapa kelebihan. Diantaranya mudah beradaptasi dengan lingkungan, lebih tahan terhadap penyakit, pertumbuhan lebih cepat, harga relatif stabil, dan rasa dagingnya hampir sama dengan ayam jawa asli,” ucapnya.

Disamping itu, permintaan pasar yang cukup tinggi terhadap daging ayam kampung (jawa). Sehingga membuat budidaya ternak unggas jawa super sangat terbuka pasarnya untuk dikembangkan di masyarakat.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman menyatakan, pelatihan itu merupakan salah satu wujud program pemberdayaan masyarakat. Tujuannya untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Diharapkan, pelatihan tahun ketiga ini berhasil dan bisa menekan angka kemiskinan serta pengangguran.

Sementara itu, yang sudah berhasil pada pelatihan tahun pertama dan tahun kedua diminta bisa ikut mendampingi peserta tahun ketiga ini. ”Tularkan ilmunya agar lebih banyak lagi yang bisa mengembangkan ternak ayam joper. Peternak lain itu bukan kompetitor, namun rekan bisnis,” lanjutnya. 

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia