Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

DPRD Gresik Belajar Ekonomi dan Kehidupan Nelayan Kota Garam

20 Maret 2019, 15: 14: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

MENYIMAK: Para anggota dewan dan hadirin dalam kunjungan kerja dari DPRD Gresik di kantor rapat Bupati Rembang kemarin.

MENYIMAK: Para anggota dewan dan hadirin dalam kunjungan kerja dari DPRD Gresik di kantor rapat Bupati Rembang kemarin. (HUMAS REMBANG FOR RADAR KUDUS)

KOTA – Sejumlah anggota dewan DPRD Gresik kembali melakukan kunjungan kerja ke Kota Garam. Kali ini, Komisi II DPRD Gresik setelah pada Februari lalu Komisi IV juga melakukan kunjungan.

Selain Asisten Ekbang Kesra Sekda Rembang, Abdullah Zawawi, mereka juga disambut jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Yakni Dinas Kelautan dan Perikanan Dinlutkan (Dinlutkan), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB), serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperindagkop UKM) Rembang. Mereka diterima di ruang rapat Bupati.

Asisten Ekbang Kesra Sekda Rembang, Abdullah Zawawi mengungkapkan, kunjungan kerja DPRD Gresik ke Rembang yakni dalam rangka mempelajari mengenai nelayan dan ekonomi masyarakat pesisir.

"Mempelajari kehidupan nelayan di sini. Bagaimana saat musim ombak besar apakah pada nganggur atau tidak. Mereka tidak nganggur karena banyak kapal besar, dan nelayan kecil memang jadi masalah, tetapi oleh KUD ada program bantuan makan, dan di Gresik mungkin belum ada, " ungkapnya kemarin.

Selain itu, Pemkab juga berkomitmen untuk meningkatan perekonomian masyarakat pesisir sejumlah desa. Mereka mendapatkan pelatihan dan kini tengah mengembangkan produk olahan hasil perikanan. Di antaranya, di Desa Tunggulsari dan Pasarbanggi. Para warga di desa tersebut telah mendapat bantuan dan pendampingan dari Dinsos PPKB dan Dinindagkop.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Gresik, Sholihuddin mengungkapkan dipilihnya Rembang sebagai kunjungan kerja karena mempunyai karakter yang sama dengan Kabupaten Gresik berupa daerah yang punya bibir pantai dan kawasan pesisir.

"Rembang ini kan punya karakter yang sama (dengan Gresik). Sebagai daerah yang punya bibir pantai dan kawasan pesisir. Kami belajar mengenai masyarakat Rembang ketika tidak melaut atau Miyang (bahasa di Rembang).

Menurut Sholihuddin, ada banyak strategi yang kemudian dikembangkan oleh dinas perikanan dan dinas sosial di kabupaten Rembang untuk menanggulanginya.

Dia menambahkan, satu hal lain yang menjadi pelajaran berharga dalam kunjungan ini yakni etos kerja masyarakat nelayan yang dinilai bagus. Semangat itulah yang juga mendasari semangat kewirausahaan dan pendidikan yang dibawa sebagai “oleh-oleh” ke Gresik. 

(ks/ful/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia