Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Features
Pembelajaran Lingkungan di SMPN 5 Pati

Serasa Bersekolah di Dalam Kebun

20 Maret 2019, 14: 22: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

HIJAU: Sejumlah murid membaca buku di halaman sekolah yang asri.

HIJAU: Sejumlah murid membaca buku di halaman sekolah yang asri. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Setahun ini siswa SMPN 5 Pati dikenalkan program asuh tanaman. Tiap hari mereka dibebani tanggung jawab kelangsungan hidup tanaman tersebut. Mulai dari menyirami hingga memupuknya.

ACHMAD ULIL ALBAB, Kota

INTAN Nur Alfiyah tergopoh-gopoh memasuki pelataran sekolah. Pagi itu masih pukul 06.00. Sinar matahari mulai terasa hangat. Bersama tiga temannya, siswi kelas VIII C ini mengusung ember berisi air. Dengan cekatan satu per satu tanaman dalam pot itu disiram.

Di sekolah itu digilir merawat tanaman. Kebetulan pagi itu, ia dan temannya kebagian jatah piket menyiram tanaman. Sehari ada satu kelas yang bertugas. Semua mengerjakan kegiatan bersih-bersih. Mulai dari menyapu hingga memastikan tanaman yang ada tetap tumbuh sehat dan segar.

Gedung SMPN 5 Pati berada di tengah Kota Pati. Meskipun berada di tengah kota, sekolah yang menempati bangunan masa kolonial Belanda ini terlihat sangat asri. Di tiap sudut bangunan sekolah selalu ada tanaman-tanaman hias dengan pot-pot kecil yang menghijau.

Masuk ke lingkungan sekolah itu, pengunjung serasa dibawa masuk ke sebuah kebun, yang dilengkapi dengan ruang-ruang kelas untuk belajar. Banyak sekali tanamannya. Ada pucuk merah, pohon sawo, dan beberapa tanaman hiasan dinding.

”Kami memang membiasakan anak-anak menyayangi alam. Ya melalui hal-hal kecil semacam piket itu,” kata Kepala SMPN 5 Pati Sofia Bardina kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selain bersih-bersih dan merawat tanaman, Sofia juga mengajak anak didiknya untuk berbuat lebih jauh lagi. Di sekolah yang berada di tepi Jalan Panglima Sudirman ini, anak-anak dilatih mengolah sampah.

”Semampunya anak-anak. Mereka membuat kerajinan berbahan sampah non organik, misalnya botol plastik. Juga mengolah sampah organik menjadi kompos. Penggunaannya baru sebatas untuk kebutuhan sekolah saja. Karena ini memang pembelajaran untuk anak-anak. Jadi mereka yang terjun langsung. Guru hanya sebagai pengarah saja,” imbuhnya.

Program tersebut sejatinya menjadi komitmen sekolah. Para guru bahkan memuat agenda tahunan ulang tahun sekolah dengan kegiatan fashion show bergaun bahan dari limbah yang ada. ”Ulang tahun sekolah kami selalu diperingati dengan kegiatan yang berorientasi pada cinta lingkungan. Selain kegiatan fashion show berbahan limbah itu, kami juga memiliki agenda menanam di lahan-lahan kritis di sekitar wilayah Pati. Misalnya menanam mangrove di pesisir pantai hingga kegiatan bersih-bersih lingkungan. Kami sering melakukan kegiatan jalan-jalan sambil bersih-bersih. Misalnya saat melewati depan pasar, kami juga membersihkan lingkungan pasar itu,” terang kepala sekolah yang tahun lalu membawa SMPN 5 Pati ini meraih kategori adiwiyata nasional.

Bagi Sofi, apa yang dilakukannya bersama anak didiknya itu merupakan kegiatan kecil. Kegiatan penanaman karakter cinta lingkungan yang menjadi bagian dari sebuah proyek besar. Proyek untuk kelangsungan alam di masa mendatang. ”Itu merupakan investasi untuk anak cucu,” tegas Sofi.

Apalagi, dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) ada 64 juta ton sampah plastik di Indonesia per tahun. Produksi sampah plastik itu menjadi yang terbesar kedua di dunia.

Ancamannya jelas. Sampah plastik bisa mencemari lingkungan. Membahayakan kesehatan manusia, dan meracuni makhluk hidup lain. ”Baru saja ramai soal kematian paus besar. Setelah dibedah di dalam tubuh mamalia raksasa itu banyak sekali ditemukan sampah-sampah terutama berbahan plastik,” katanya.

”Dari sana kami makin semangat untuk menggugah anak didik kami mencintai lingkungan sedini mungkin. Dimulai dari lingkungan sekolah sendiri. Seperti mengolah sampah, memilah sampah, hingga merawat tanaman melalui program tanaman asuh dan juga piket bersama per kelas,” jelas Sofia.

(ks/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia