Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Anggota DPR RI Imam Suroso Usung Program Kesra ke Desa-Desa  

20 Maret 2019, 12: 10: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI SEMANGAT: Anggota DPR RI Imam Suroso menyalami para kepala desa yang baru saja dilantik di Pendapa Kabupaten Pati pada Sabtu (16/3) akhir pekan lalu.

BERI SEMANGAT: Anggota DPR RI Imam Suroso menyalami para kepala desa yang baru saja dilantik di Pendapa Kabupaten Pati pada Sabtu (16/3) akhir pekan lalu. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

KOTA – Anggota DPR RI Imam Suroso turut hadir dalam pelantikan kepala desa serentak di Pendapa Kabupaten Pati akhir pekan lalu. Selain mengucapkan selamat kepada seluruh kepada desa yang terpilih, Imam Suroso juga mengungkapkan selalu siap membawa program kesejahteraan rakyat ke desa-desa.

”Ya intinya nanti saya sebagai wakil rakyat di tingkat pusat akan terus berkomitmen untuk membawa program-program kesejahteraan rakyat ke desa-desa dimana saja. Karena saya ada di Komisi IX yang membidani kesejahteraan seperti masalah kesehatan dan ketenagakerjaan, saya sebagai wakil rakyat akan mengusahakan itu untuk kesejahteraan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selain itu, politisi dari PDI Perjuangan ini juga memberikan masukan-masukan kepada para kepala desa yang telah dilantik oleh Bupati Haryanto. Ada 61 kepala desa hasil pemilihan serentak Oktober 2018 lalu tersebut.

”Para kepala desa yang telah dilantik tentunya harus bersyukur. Tuhan Yang Maha Kuasa dan rakyat sudah memilih panjenengan semua untuk menerima amanah menjadi kepala desa. Untuk itu dalam menjalankan pemerintahan haru bisa merangkul semua rakyatnya. Tidak boleh membeda-bedakan. Ini yang memilih saya ini tidak memilih saya. Pada intinya semua setelah pilkades ini ya rakyat anda semua,” jelas Suroso.

Persoalan semacam itu, lanjut Imam Suroso, seringkali terjadi di desa-desa. Biasanya kepala desa hanya cenderung berpihak kepada rakyat yang memang itu pendukungnya. Pemerintah desa, melalui kepala desa, kata Imam Suroso harus semangat melakukan pembangunan. ”Sejalan dengan wakil rakyat yang selalu siap membawa program ke desa-desa,” imbuhnya.

”Selain itu para kepala desa haruslah mau belajar. Masalah penganggaran, APBDes, penggunaan dana desa, harus amanah, jujur. Tak lupa harus semangat bekerja ikhlas untuk rakyatnya. Jangan main-main. Karena ini sudah eranya pemerintahan transparan. Kejaksaan, kepolisian sudah terjun mengawasi pemerintahan,” pungkasnya.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia