Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Asyiknya Flash Card untuk Bercerita

20 Maret 2019, 09: 14: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

Dra. Tri Murniati, M.Pd.; Guru SMP 2 Mejobo Kudus

Dra. Tri Murniati, M.Pd.; Guru SMP 2 Mejobo Kudus (dok pribadi)

PEMBELAJARAN bahasa Indonesia terus dikembangkan. Agar siswa lebih terampil berbahasa. Keempat keterampilan berbahasa adalah mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Dari keempat keterampilan berbahasa tersebut, berbicara merupakan keterampilan yang sulit diajarkan, karena menuntut kesiapan mental dan keberanian siswa.

Bercerita salah satu keterampilan berbicara yang dikeluhkan siswa. Ketika mereka diberi tugas bercerita, kata-kata tak keluar dari mereka. Rasa grogi dan takut menyelimuti mereka. Ide pun tidak berpihak pada diri siswa. Gejala lain tampak, siswa masih terlihat ragu-ragu memilih diksi. Hal ini menimbulkan ketidaktenangan saat bercerita.

Menilik potret pembelajaran tersebut, perlu diambil solusi. Salah satu solusi memilih media yang tepat. Selain itu, pembelajaran dibuat menarik agar siswa tidak jenuh. Siswa ditempatkan pada lingkungan yang menyenangkan. Rasa tidak percaya diri mereka dihilangkan.

Salah satu media untuk membantu guru dalam pembelajaran bercerita flash card. Media flash card salah satu media visual yang bersifat sederhana. Karena mudah dibuat, tidak terlalu mahal, menarik perhatian, mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa, serta dapat dipakai berkali-kali. Selain itu, penggunaan media flash card dapat menghemat waktu dan tenaga guru. Selain itu, media flash card juga dapat mempermudah guru dalam mengajar dan siswa dalam mengingat apa yang dilihat. Mengembangkan kreativitas. Daya imajinasi serta mempermudah siswa dalam menuangkan ide-ide kreatif mereka

Keterampilan bercerita yang baik memerlukan pengetahuan, pengalaman, serta kemampuan berpikir. Selain itu, dalam bercerita juga diperlukan penguasaan beberapa keterampilan. Yaitu ketepatan tatabahasa, sehingga hubungan antarkata dan kalimat menjadi jelas.

Ketepatan kata dan kalimat sangat perlu dikuasai dalam bercerita. Sebab, menggunakan kata dan kalimat tepat dalam bercerita memudahkan pendengar memahami isi cerita yang dikemukakan pencerita. Isi cerita yang mudah dipahami akan menunjang dalam penyampaian maksud yang sama antara pencerita dan pendengar. Sehingga tujuan penyampaian makna cerita dapat tercapai.

Manfaat bercerita membantu pembentukan pribadi dan moral anak. Menyalurkan kebutuhan imajinasi dan fantasi, memacu kemampuan verbal anak, merangsang minat menulis anak, serta membuka cakrawala pengetahuan anak.

Media flash card salah satu bentuk media visual. Flash card adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang berukuran 25 x 30 cm. Gambar-gambarnya dibuat menggunakan tangan atau foto. Atau memanfaatkan gambar/foto yang sudah ada yang ditempelkan pada lembaran flash card.

Flash card juga dapat disajikan dengan cara permainan. Letakkan kartu-kartu tersebut di dalam sebuah stoples secara acak atau tidak perlu disusun. Siapkan siswa yang akan berlomba, misalnya tiga orang berdiri sejajar, kemudian guru memberikan perintah. Ketiga siswa tersebut, mengambil kartu bergambar dalam stoples. Secara bergantian siswa tersebut, menceritakan isi gambar yang telah mereka ambil dalam stoples dengan waktu yang ditentukan. Siswa yang berhasil menyelesaikan tugas bercerita sesuai waktu, maka siswa tersebut mendapat penghargaan.

Media sangat diperlukan dalam pembelajaran. Melalui  flash card, pesan dapat dituangkan melalui simbol-simbol komunikasi visual yang menggairahkan motivasi siswa berpartisipasi secara aktif dan berinternalisasi dalam proses pembelajaran yang mengasyikkan. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia