Sabtu, 20 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Gus Muwafiq Ajak Masyarakat Kudus Jaga Persatuan Jelang Pemilu

19 Maret 2019, 14: 36: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

AJAK BERSATU: Gus Muwafiq ajak masyarakat Kudus untuk menjaga persatuan dan tangkal hoax jelang pemilu 2019.

AJAK BERSATU: Gus Muwafiq ajak masyarakat Kudus untuk menjaga persatuan dan tangkal hoax jelang pemilu 2019. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/ Radar Kudus)

KUDUS -  Cuaca yang begitu dingin disertai rintik hujan, terasa hangat ketika Gus Muwafiq memaparkan mauidhoh hasanahnya, Minggu (17/03). Ia mengajak ratusan masyakat Kudus yang menghadiri Tablig Akbar di Alun-alun Kudus, agar tak termakan hoax dan menjaga persatuan menjelang pemilu 2019.

Pada mauidhoh hasanahnya, Gus Muwafiq mengatakan, agar selalu merawat Indonesia. Karena Indonesia itu terdiri dari suku, bahasa, kebudayaan yang berbeda. Kyai Asal Jogjakarta ini juga menegaskan, bila orang Indonesia tak mengerti prinsip, maka Indonesia akan terpecah belah.

Sementara untuk menanggulangi hoax, masyarakat harus pintar menelaah berita yang dikomsumsi sehari-harinya. Masyarakat dituntut menggunakan akal sehatnya untuk memerangi berita hoax tersebut.

” Semangat persatuan dalam menghadapi perbedaan harus selalu kita jaga demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Acara Tabligh Akbar itu juga dihadiri oleh Bupati Kudus Tamzil dan jajaran Forkopimda. Dalam sambutannya, Tamzil menghimbau masyarakat Kudus agar tak terpancing berita hoax. Masyarakat Kudus diharapkan tak golput saat pemilu 2019 April nanti.

”Masyarakat Kudus harus ikut andil mengawasi penghitungan suara nanti, agar meminimalisir kecurangan. Serta cerdas dalam menentukan pilihan, pasalnya ini akan berpengaruh lima tahun kedepan,” katanya.

Sedangkan Kapolres Kudus Saptono, dalam sambutannya, mengatakan, menjelang pemilu diharapkan masyarakat kudus tetap kondusif. Agar tercipta pemilu yang aman, sehat, damai dan sejuk. Ia juga menjamin kebebasan pilihan masyarakat, pihak Polisi maupun TNI tak ada upaya melakukan intervensi.

”Kami menjamin kebebasan masyarakat menentukan hak pilihnya. Serta menghimbau jangan golput nanti,” ungkapnya.

Acara tabligh akbar tersebut dimeriahkan pula dengan tari Sufi. Para penari tampil di bawah rintik hujan dan cuaca yang dingin. Ada pula penampilan rebana yang mengiringi penampilan para penari. Acara tersebut berakhir pada pukul 00.00 wib, dengan ditutup doa yang dipimpin KH. Maksum AK. (gal).

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia