Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Seribu Pesilat PSHT Se-Kabupaten Rembang Long March Enam Kilometer

19 Maret 2019, 02: 38: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

JAGA PERSAUDARAAN: Warga PSHT se-Kabupaten Rembang foto bersama usai melakukan bakti sosial di lapangan Sumbermulyo, Sarang, Minggu (17/3).

JAGA PERSAUDARAAN: Warga PSHT se-Kabupaten Rembang foto bersama usai melakukan bakti sosial di lapangan Sumbermulyo, Sarang, Minggu (17/3). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

SARANG – Seribu siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se-Kabupaten Rembang  Minggu (17/3) melakukan long march sejauh 6 kilometer. Jalan bersama yang ditempuh melewati dua desa, yakni Sumbermulyo dan Gunungmulyo, merupakan pendadaran siswa dari sabuk hijau ke putih.

Ketua PSHT Desa Sumbermulyo, Sarang, Kusnaini menyampaikan agenda kenaikan tingkat atau sabuk, merupakan prosesi pendadaran sebelumnya telah dipusatkan di lingkup Kabupaten Rembang. ”Ini proses pengambilan kenaikan sabuk siswa dari warna hijau ke putih,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (17/3).

Dalam kegiatan tersebut, siswa melakukan long march sejauh 6 kilometer. Dengan rincian, 3  kilometer dari Sumbermulyo, Sarang dan Gunungmulyo, Kragan, pulang-pergi.

Selain long march siswa juga menggelar bakti sosial. Bersih-bersih desa ini dilakukan di tempat pengambilan sabuk. Agenda tersebut, rutin diselenggarakan PHST Rembang setiap setahun sekali sejak berdiri 1989.

”Untuk lokasinya bergiliran di 14 kecamatan. Tahun ini yang kebetulan tuan rumah di Desa Sumbermulyo, Sarang. Jadi bergantian sebelumnya pernah di Sale, Kaliori, Tegaldowo Gunem maupun  Rembang,” terangnya.

Menurut Kusnaini ini memang menjadi kegiatan wajib. Setiap kali kenaikan sabuk, selalu diisi kegiatan sosial di tengah-tengah acara. Antara lain bersih-bersih masjid maupun lingkungan. Ini juga  untuk memasyarakatkan PSHT di semua wilayah.

Tidak salah Kabupaten Rembang anggotanya puluhan ribu orang. Mereka  sudah tersebar di 287 desa dan 7 kelurahan. Tidak heran kerukunan dan solidaritas terus mereka pupuk, untuk menciptakan keharmonisan wilayah.

”Kami padatkan selama sehari penuh. Setelah long march siswa kita ajak acara sambung dan persaudaraan,” paparnya.

Senada disampaikan Ketua 3 PSHT Rembang yang membidangi koordinator kebudayaan kemasyarakatan, Supriana  menyampaikan tujuan organisasi menitik manusia berbudi luhur, mengetahui benar dan salah. Maknanya melestarikan alam.

”Kami harus peduli dengan alam. Lalu apapun kegiatan masyarakat semua warga PSHT siap sepenuhnya membantu. Atau menjadi barisan terdepan,” imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia