Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Diberi Tips Bikin Artikel Populer, Guru Antusias Ikuti Pelatihan

18 Maret 2019, 14: 57: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

BELAJAR: Peserta pelatihan guru menulis antusias memperhatikan pemateri di ruang kelas PBG kemarin.

BELAJAR: Peserta pelatihan guru menulis antusias memperhatikan pemateri di ruang kelas PBG kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KOTA Hari terakhir pelatihan guru menulis yang dilaksanakan pusat belajar guru (PBG) bersama dengan Jawa Pos Radar Kudus berlangsung seru. Peserta diberikan materi yang lebih detail. Juga menyelipkan permainan-permainan menarik agar peserta fokus.

Pelatihan dibagi dua sesi. Sesi pertama disampaikan Eko Nur Budi. Materi yang disampaikan berkaitan dengan swasunting dan pentingnya menulis sebagai syarat kenaikan pangkat.

”Ya, kelemahan guru pada saat menulis itu kurang referensi, sehingga isi atau bahan tulisan yang dibuat ada yang kurang tepat. Maka, guru juga dituntut untuk rajin membaca, tidak hanya siswa,” ujarnya.

Dia, menambahkan, animo menulis dibutuhkan sejalan peningkatan profesi yang berhubungan dengan karir dan pangkat. Hal ini terkait dengan aturan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

Ditambahkan, kenaikan pangkat syaratnya harus terpenuhi pengembangan diri, dan publikasi ilmiah salah satunya penulisan artikel. Namun, menulis masih menjadi momok dan sulit untuk menuangkan ide-ide.

”Maka, adanya pelatihan ini mampu memberikan motivasi, dan semangat untuk menulis. Saya juga tak hanya menyampaikan secara teori, tapi peserta praktik menulis yang dibagi dalam beberapa kelompok,” ungkapnya.

Untuk sesi selanjutnya, pemateri dari Redaktur Jawa Pos Radar Kudus Noor Syafaatul Udhma. Dia menyampaikan materi lebih kepada konsentrasi menulis dan tips agar tidak moody.

”Ya, saya ajarkan peserta menulis itu bukan sesuatu yang sulit. Misalnya moody, bisa melakukan hal yang disukai. Misalnya memasak, makan, membaca, atau mendengarkan musik. Setelah mood baik, baru menulis,” terangnya usai memberi games konsentrasi.

Menurutnya, peserta guru menulis semangatnya sudah mulai ada. Terbukti, dengan aktif bertanya dan semi-semi curhat kalau bad mood (rasa bosan) selalu menghampiri. Namun, dalam materi kedua lebih pada tips-tips untuk bisa fokus menulis, jadikan sebuah kesenangan. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia