Kamis, 21 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Sempat Vakum, Kini Wakili Kudus

15 Maret 2019, 09: 37: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

Difa Sabrina Anastasya

Difa Sabrina Anastasya (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/ Radar Kudus)

MENGIKUTI ekstrakurikuler (eskul) pramuka hukumnya wajib bagi semua siswa di sekolah. Namun, bagi Difa Sabrina Anastasya mengikuti eskul pramuka di sekolah bukan didasari menggugurkan kewajiban saja. Tetapi mampu memperkaya pengalaman dan pengetahuan.

”Kadang ya capek setelah pulang sekolah ada kegiatan. Namun sudah terlanjur suka, ya saya jalani saja,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Tasya -sapaan akrabnya- menekuni kegiatan pramuka sejak duduk di bangku madrasah ibtidaiyah (MI). Kemudian saat melanjutkan MTs ia sempat vakum dari kegiatan pramuka. Karena terbenturnya aktivitas di pesantren. ”Sebenarnya dulu masih ingin ikut, tetapi tak bisa meluangkan waktu,” katanya.

Gadis yang duduk di bangku kelas X SMK NU Banat ini, kini kembali melanjutkan eskulnya tersebut. Ia mengaku akan menjadi bagian dari tim yang mewakili Kabupaten Kudus di lomba Raimuna tingkat Jawa Tengah (Jateng) dalam dekat ini. Kegiatan itu nantinya akan digelar di Pati. Ia bergabung dengan tim Kabupaten Kudus. Kota Kretek sendiri diwakili 60 pelajar yang terdiri dari 30 siswa dan 30 siswi.

Kini, dia intensif menjalani latihan tiga kali dalam sepekan setelah pulang sekolah. Untuk itu, dia harus pintar mengatur waktu dan kondisi badan.

Tasya berharap bisa mengharumkan sekolahnya dan Kudus. Ia juga berkeinginan mengikuti jambore pramuka nasional nantinya. Sehingga pengalaman dan ilmu kian bertambah.

Selain mengikuti kegiatan pramuka, gadis mungil itu, juga tergabung dalam eskul tata busana, modeling, dan tata rias rambut. (gal)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia