Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Duh, dari 401 Desa di Kabupaten Pati, Baru 180 Lunas Pajak

14 Maret 2019, 13: 31: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

CUKUP DENGAN GADGET: Bupati Haryanto saat memberikan contoh penyampaian pajak yang hanya menggunakan smartphone.

CUKUP DENGAN GADGET: Bupati Haryanto saat memberikan contoh penyampaian pajak yang hanya menggunakan smartphone. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

KOTA – Dari 21 kecamatan se-Kabupaten Pati, baru ada satu yang benar-benar lunas pajak bumi bangunan (PBB) pedesaan perkotaan (P2) 100 persen. Jika dihitung desa, baru ada 180 yang lunas PBB P2 dari 401 desa yang ada.

Kecamatan yang lunas itu adalah Gembong. Dari 11 desa yang ada, semua desa sudah lunas PBB P2 per 12 Maret 2019. Penerimaan PBB P2 sendiri ditarget Rp 20 miliar. Hingga saat ini secara keseluruhan sudah terealisasi sebesar 41,17 persen dari target. Atau senilai Rp 8,235 miliar.

Di bawah Kecamatan Gembong, lima besar kecamatan dengan realisasi pembayaran PBB P2 yang mendekati lunas adalah Kecamatan Jaken yang sudah mencapai 79 persen, disusul Kecamatan Batangan 77 persen, Kecamatan Tlogowungu 69,42 persen, dan Kecamatan Juwana 69,20 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Turi Atmoko mengungkapkan, target pencapaian ini bakal terus digenjot. Apalagi saat ini untuk pemenuhan pelunasan pajak juga semakin mudah. Seperti pelayanan-pelayanan yang saat ini sudah terlayani melalui online.

Sementara itu, Bupati Haryanto memberi apresiasi yang tinggi kepada para wajib pajak yang telah melakukan pelunasan. Seperti diketahui, pajak ini juga nantinya akan kembali kepada desa-desa juga. ”Istilahnya pajak lunas pembangunan lancar,” kata Bupati Haryanto.

Lebih lanjut, bupati juga mengungkapkan, sama dengan nasional, di daerah pendapatan juga masih bertumpu pada sektor pajak. Pajak menjadi lumbung untuk menyelenggarakan kegiatan daerah. ”Dan perlu ditegaskan pajak ini nantinya untuk pembangunan,” terangnya.

(ks/aua/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia