Sabtu, 20 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Terganjal Regulasi, BUMD Migas hanya Dapat 5 Persen

13 Maret 2019, 14: 42: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

OPTIMISTIS: Sejumlah alat berat didatangkan saat proses pengeboran kandungan migas di lokasi PHE Randugunting, di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, dua tahun lalu.

OPTIMISTIS: Sejumlah alat berat didatangkan saat proses pengeboran kandungan migas di lokasi PHE Randugunting, di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, dua tahun lalu. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

KOTA -  BUMD Migas PT Rembang Migas Energi (RME) menargetkan bisa mendapatkan 5 persen parsisipating interest (PI) dari sebesar 10 persen yang akan didapatkan Pemprov Jateng. Sebab, selama ini BUMD Migas PT RME lah yang sudah berjuang keras agar bisa PHE Randugunting segera beroperasi.

Direktur BUMD PT Rembang Migas Energi (RME) Zaenul Arifin mengungkapkan, besaran 10 persen itu memang dibagi antara pihak provinsi dan kabupaten. Sedangkan, PHE Randugunting meliputi Rembang dan Blora.

”Target saya Rembang bisa mendapat minimal 5 persen. Sekarang sedang menunggu surat dari SKK Migas dan PHE Randugunting kepada Gubernur Jateng. BUMD Migas Rembang siap presentasi tentang skenario kerja sama PI sebesar 10 persen,” paparnya kemarin.

Zaenul mengungkapkan, PI 10 persen itu merupakan konsekuensi lanjutan menyusul Menteri ESDM yang sudah menyetujui PoD (plan of development) PHE (Pertamina Hulu Energi) Randugunting. Pekan lalu, lanjut Zaenul, pihaknya juga sudah diminta dari Dinas ESDM untuk menyiapkan skema kerja sama antara Pemkab Rembang dan Pemprov Jateng.

”Sekarang sedang saya siapkan skema sesuai regulasi yang ada,” tambah dia.

Sementara itu, mengenai alokasi gas, PHE Randugunting belum lama ini sudah memanggil calon pembeli, yaitu BUMN dan salah satu perusahaan swasta nasional. Meski demikian, dia enggan memaparkan hasil pertemuan tersebut.

”Nanti biar Kementrian ESDM yang infokan. Yang jelas, PT RME dapat durian runtuh,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, eksplorasi sumur PHE Randungunting yang berada di Desa Krikilan Kecamatan Sumber harus melalui tahapan yang panjang. Meski BUMD Migas PT RME sudah dibentuk sejak sekitar September 2017, hingga kini eksplorasi sumur belum bisa dilakukan. Padahal, Pemkab Rembang juga sudah menggelontor anggaran sebesar Rp 2 M untuk kelancaran proses tersebut.

(ks/ful/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia