Kamis, 21 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Sempat Turun Drastis, Kasus DBD di Rembang Naik Lagi

13 Maret 2019, 14: 21: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

TAK HANYA BALITA: Salah satu dokter memeriksa pasien remaja diduga DBD di RSUD dr. R. Soetrasno belum lama ini. 

TAK HANYA BALITA: Salah satu dokter memeriksa pasien remaja diduga DBD di RSUD dr. R. Soetrasno belum lama ini.  (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

KOTA – Angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) di sepanjang 2018 lalu mengalami peningkatan. Dari jumlah total kasus di sepanjang 2017 sebanyak 15 kasus, jumlahnya pada 2018 mencapai 72 kasus.

Meski demikian, bila dibandingkan dengan merebaknya kasus DBD pada 2015 dan 2016, angka tersebut sudah turun drastis. Sebab pada 2015 lalu, jumlahnya mencapai 698 kasus dan 2016 sebanyak 477 kasus. Sedangkan, penyakit ini sangat berkaitan dengan gaya hidup masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang Ali Syofi’i mengungkapkan, setelah mengalami penurunan yang drastis, tahun lalu memang mengalami kenaikan. Namun, jumlahnya tidak terlalu tinggi sebagaimana beberapa tahun silam.

”Untuk awal tahun ini, ketika di wilayah lain pada umumnya kasusnya merebak cukup tinggi, di Rembang tidak begitu tinggi,” paparnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatiannya yakni tingkat kesadaran masyarakat yang lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya. Hal itu, menurut Ali, berbanding lurus dengan jumlah kasus yang terjadi.

”Sejalan dengan tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) yang menjadi budaya,” tambah dia.

Pihaknya, lanjut Ali, menempuh berbagai jalan agar PSN benar-benar menjadi budaya di masyarakat. Pihaknya pun melibatkan berbagai stakeholder untuk sosialisasi agar masyarakat mau dan mengerti serta terus tumbuh kesadaran.

(ks/ful/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia