Kamis, 21 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Kepepet Ekonomi, Tersangka Pencurian Kayu Ini Ngaku untuk Beli Beras

10 Maret 2019, 10: 24: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

TUNJUKKAN: Ketua Blora Lawyer Club (BLC) Sugiyarto saat menunjukkan kayu hasil curian yang diamankan di polsek Jepon kemarin.

TUNJUKKAN: Ketua Blora Lawyer Club (BLC) Sugiyarto saat menunjukkan kayu hasil curian yang diamankan di polsek Jepon kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

BLORA – Jasmin, 53, tersangka pencurian kayu, kemarin dilimpahkan ke Polres Blora. Warga Singonegoro, RT 3/ Rw I, Kecamatan Jiken, Blora ini mengaku terpaksa mencuri kayu karena kepepet kebutuhan hidup. Rencananya kayu tersebut akan dijual untuk membeli beras dan makan sehari-hari.

“Tak pikul, Tak iderke mas. Kepepet kebutuhan. Mangan kurang terus. Bapak yow loro. W ra tego ngingeti kahanane nok omah koyok ngono iku,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus saat di ruang tahanan Polres Blora kemarin.

Dia menambahkan, sebelumnya tiap tahun terus merantau. Mulai dari Surabaya, Jakarta, Bali untuk kerja bangunan. Namun saat ini kondisi orang tuanya sudah sepuh. Lagi sakit. Untuk itu dia nekat melakukan aksi tersebut. ”Saya sendiri dengan pakai gergaji. Saya menyesal. Niatan saya hanya untuk beli beras. Tidak ada yang lain. Hanya sekali ini,” terangnya.

Dia berharap, bisa dibantu agar bisa segera keluar. Dengan begitu dia bisa melihat kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya. Bisa kembali bekerja untuk menghidupi keluarganya. Apalagi istrinya terus saja menangis saat menjenguknya. ”Sedih lihat istriku nangis terus. Kabarnya bapak ibu juga nangis terus di rumah,” ucapnya.

Sementara itu, Suwarini (sang istri) mengaku kaget mendengar suaminya ditangkap petugas perhutani dan ditahan di Polsek Jepon. Dia lantas datang ke Kepala Desa minta tolong untuk mengantarkan kepada suaminya. ”Kalau tau seperti ini saya tidak akan mengizinkan untuk keluar mas. Saya juga tidak akan mau menerima uang hasil penjualan kayu itu. Jadi selama ini ya jarang pulang. Soalnya kerja bangunan. Baru pulang ini karena bapak ibu sakit,” jelasnya.

Sejak suaminya ditahan, dia sering menjenguknya. Mengantarkan makanan atau pakaian ganti. ”Sedih mas, nangis terus. Kasihan suamiku,” ucapnya.

Suwarini menegaskan, suaminya tidak pernah mencuri kayu sebelumnya. Dia juga tidak mengetahui kalau kepergiannya malam itu untuk mengambil kayu. ”Kemarin pamit keluar mau pergi gitu aja. Kalau tau tak larang keluar,” terangnya.

Diketahui bersama, Jasmin,53, Warga Singonegoro, RT 3/Rw I, Kecamatan Jiken, Blora. Dia didakwa melanggar pasal 12  huruf (e) Jo Pasal 83  (1)  b UU RI No. 18 , Tahun 2013. Tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Dia ditangkap saat menawarkan kayu dengan cara dipikul. Yaitu ditawarkan Rp 100 ribu. Namun apesnya, yang ditawari tersebut ternyata petugas perhutani yang lagi nyamar. Benar saja dia langsung diringkus dan dibawa ke Polsek setempat. Yaitu Jumat (8/3) sekitar pukul 06.30 kemarin.

Jasmin ditangkap di lorong jalan Damaran, RT 6/RW IV, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Blora. Dia membawa satu batang kayu bentuk persegi dengan ukuran panjang 400 Cm X 10 Cm X 8 Cm, volume: 0.0320 M3. Kerugian perhutani atau negara sebesar Rp 142.912.

(ks/sub/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia