Kamis, 21 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Duh, Ratusan Surat Suara Rembang Nyasar ke Kudus, Kok Bisa?

02 Maret 2019, 12: 15: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

NYASAR: Ketua KPU Kudus Naily Syarifah saat menunjukkan surat suara yang nyasar di KPU Kudus.

NYASAR: Ketua KPU Kudus Naily Syarifah saat menunjukkan surat suara yang nyasar di KPU Kudus. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

KOTA – Ratusan surat suara Rembang nyasar ke Kudus. Hal ini diketahui saat penyortiran surat suara Padahal seharusnya surat suara ini harus dikirim ke KPU Rembang.

Ketua KPU Kudus Naily Syarifah membenarkan adanya kekeliruan pengiriman sejumlah surat suara. Ratusan surat suara ini didapatinya saat petugas melakukan penyortiran dan pelipatan.

”Petugas sortir dan lipat memang kami instruksikan untuk mengecek secara teliti surat suara yang akan dilipat. Tak hanya kerusakan, tapi peruntukkan surat suara tersebut juga harus diteliti agar tidak ada kekeliruan,” terangnya.

Setelah mendapati kekeliruan ini, pihaknya menginstruksikan untuk memisahkan surat suara nyasar itu. Selain itu juga, pihaknya juga langsung membuat berita acara atas temuan surat suara yang nyasar tersebut. ”Kami buatkan berita acara untuk diteruskan ke KPU Provinsi Jawa Tengah sebagai laporan,” katanya.

Terkait suarat suara dikirim ke Rembang atau dimusnahkan, Naily jujur belum bisa memastikan. Pihaknya masih menunggu keputusan dari KPU Provinsi Jateng.

Naily mengatakan, hingga saat ini pekerjaan penyortiran dan pelipatan surat suara masih terus dilakukan. ”Saya pesan tetap teliti menyortirnya. Saya pastikan tidak ada surat suara nyasar yang luput dari penyortiran petugas,” lanjutnya.

Dalam pelipatan surat suara ini, pihaknya meminta bantuan dari Polres Kudus untuk pengamanan. Kegiatan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya permasalahan dengan surat suara baik dalam bentuk surat suara hilang maupun potensi penyalahgunaan terhadap material surat suara tersebut.

Kabag Ops Polres Kudus Kompol Jodi S.M mengatakan, dalam pengamanan ini pihaknya menerjunkan polisi wanita (polwan). Pengamanan dilakukan dari tahap awal sterilisasi, pemeriksaan tenaga pelipatan mulai dari memasuki tempat hingga meninggalkan tempat pelipatan. ”Pengamanan ini wajib kami lakukan untuk menjaga Pemilu 2019 berjalan dengan lancar aman, damai dan sejuk,” katanya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia