Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Tim KKN Alternatif Unisnu Bentuk Kepengurusan Bank Sampah

27 Februari 2019, 14: 06: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

TERBENTUK: Warga Desa Mindahan Kidul, Batealit, mengikuti sosialisasi dan pembentukan pengurus bank sampah di desa setempat belum lama ini.

TERBENTUK: Warga Desa Mindahan Kidul, Batealit, mengikuti sosialisasi dan pembentukan pengurus bank sampah di desa setempat belum lama ini. (KKN FOR RADAR KUDUS)

BATEALIT - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara Desa Mindahan Kidul, Batealit, bentuk pengurus bank sampah di desa setempat belum lama ini. Sebelum adanya KKN Unisnu, belum pernah dibentuk pengurus bank sampah.

Acara ini diikuti sekitar 50 peserta yang meliputi dari Karang Taruna, KKN Reguler Unisnu, Ibu-ibu PKK, dan Perangkat Desa. Tim KKN Alternatif Unisnu Jepara telah melaksanakan observasi terkait masalah sampah di desa tersebut.

Kemudian mengadakan koordinasi melalui beberapa organisasi di Desa Mindahan Kidul. Seperti karang taruna, PKK, dan juga pemerintah desa untuk membuat organisasi bank sampah. Selanjutnya membahas penyuluhan dan pengolahan bank sampah agar mampu menanggulangi sampah di Desa Mindahan Kidul.

Acara penyuluhan dan pengolahan bank sampah ini dihadiri oleh dua narasumber yakni Kasi Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luhut Andi Ariyanto dan Penggiat Bank Sampah Kabupaten Jepara Mimbaruddin.

Mayoritas sampah di Mindahan Kidul masih dibuang ke sungai maupun dibakar di depan rumah. Padahal membakar sampah ini mampu membahayakan bumi. Karena merusak lapisan ozon di bumi.

“Yang menjadikan bank sampah ini berjalan sukses adalah kesadaran dari warga desa sendiri. Maka ada suatu program yang mana setiap rumah di Mindahan Kidul akan diambil sampahnya setiap hari oleh petugas bank sampah,” kata Luhut.

Dari kepengurusan yang telah dibentuk, ada iuran Rp 10 ribu tiap bulan. Hasil ini akan masuk ke organisasi sebagai biaya pengelolaan. Sedangkan sampah-sampah yang masih bisa diolah akan menjadi masukan tambahan bagi penyetor sampah di setiap rumah.

Dengan program bank sampah ini diharapkan sampah tidak dibuang sembarangan dan dibakar. Tetapi mampu menjadi kreasi yang berguna dan menambah nilai ekonomi bagi masyarakat.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia