Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Digelontor Rp 700 Juta, Tahun Ini Pasar Unggas Nglejok Tambah 17 Kios

09 Februari 2019, 11: 12: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

BELUM PINDAH: Para pedagang burung masih berjualan di Pasar Burung dekat GOR simpang lima Purwodadi. Mereka masih menunggu kepastian relokasi ke Pasar Unggas di Nglejok.

BELUM PINDAH: Para pedagang burung masih berjualan di Pasar Burung dekat GOR simpang lima Purwodadi. Mereka masih menunggu kepastian relokasi ke Pasar Unggas di Nglejok. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

GROBOGAN Setelah bertahun-tahun tak ditempati, Pasar Unggas di Nglejok akhirnya dibangun lagi tahun ini. Pemkab Grobogan akan menambah sekitar 15 kios. Setelah sebelumnya sudah ada 17 kios. Agar mampu menampung pedagang di Pasar Burung yang jumlahnya 29 orang.

Hingga saat ini, pedagang di Pasar Burung dekat GOR Simpang Lima masih berjualan seperti biasa. Mereka sebenarnya masih menunggu kejelasan soal relokasi pedagang ke pasar baru di Nglejok, Purwodadi. Karena, pasar tersebut sudah dibangun sejak 2014 silam.

Agus, ketua Paguyuban Pedagang Pasar Burung mengungkapkan, sampai sekarang pihaknya belum mendapat kepastian soal pemindahan ke Pasar Unggas di Nglejok. Agus sendiri merasa keberatan jika harus pindah ke lokasi baru itu. Mengingat, tempatnya tak berada di tengah kota.

”Jika di sana (Pasar Unggas Nglejok,Red) mungkin agak jauh ya. Pengennya memang di dekat kota saja. Karena pembeli biasanya kalau pulang kerja mampir ke sini, beli pakan. Kalau dipindah di sana  kan jauh,” imbuhnya.

Agus mengatakan, sebelumnya sudah ada sosialisasi terkait rencana relokasi ke Pasar Unggas di Nglejok. Setahun yang lalu sudah dilakukan sosialisasi oleh pihak terkait. Tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut.

”Kalau rapat sudah sering bolak-balik dikumpulkan. Tetapi sampai sekarang juga belum ada tindak lanjut. Kalau kami sih santai saja. Mau pindah ya gak papa. Tidak juga gak papa,” ujarnya.

Karsono, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan mengatakan, pihaknya sudah melakukan perencanaan pembangunan Pasar Unggas Nglejok. Saat ini masih dalam proses penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Ia menambahkan, pihaknya berencana akan menambahkan sekitar 14 sampai 15 kios. Saat ini pasar unggas nglejok baru memiliki 17 kios. ”Pasar unggas tahun ini kami akan ada penambahan kios. Tahun ini nanti dibangun. Nanti dianggarkan sekitar Rp 700 juta,” jelasnya. (vah)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia