Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Duh! Terjaring Razia, Siswa SD Ini Simpan Video Tak Pantas di Ponsel

05 Februari 2019, 11: 41: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBINA: Puluhan siswa mulai dari SD, SMP dan SMA sederajat diamankan Satpol PP Grobogan saat nongkrong di warung kopi di jam pelajaran.

DIBINA: Puluhan siswa mulai dari SD, SMP dan SMA sederajat diamankan Satpol PP Grobogan saat nongkrong di warung kopi di jam pelajaran. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

PURWODADI – Sebanyak 25 pelajar yang sedang asyik nongkrong di Kopi Lor Kali, di Desa Ngabenrejo, Kecamatan Grobogan tidak berkutik. Mereka diamankan oleh petugas Satpol PP Grobogan, Senin (4/2).

Puluhan siswa yang membawa seragam sekolah itu dibawa gunakan truk Satpol PP. Tidak hanya pelajar SMA, SMK. Tetapi juga pelajar SMP. Bahkan ada dua siswa SD yang asyik nongkrong saat jam sekolah. Ketika dibawa tidak ada perlawanan dari siswa.

Para pelajar masa depan bangsa ini, dibawa ke kantor Satpol PP di perkantoran Setda Grobogan. Satu persatu para siswa ini didata. Mulai dari identitas diri, asal sekolah dan barang bawaan yang dibawa. Ketika melihat koleksi handphone siswa, petugas merasa kaget. Handphone siswa SD ketika diperiksa isinya banyak koleksi video porno. Padahal siswa tersebut baru kelas VI SD di salah satu sekolah Kecamatan Grobogan.

Kabid Ketertiban Umum dan Masyarakat Satpol PP Grobogan Gunawan Widodo mengatakan, razia siswa saat jam belajar sekolah tersebut berawal dari laporan masyarakat tentang banyaknya siswa bolos di daerahnya. Kemudian laporan ditindaklanjuti dan berhasil membawa puluhan siswa untuk dilakukan pembinaan.

”Siswa yang terjaring razia ini adalah yang terbesar selama ini. Yang bikin kaget ada anak SD yang ikut nongkrong saat jam pelajaran,” kata Gunawan Widodo.

Dikatakan, siswa yang terjaring razia dilakukan pendataan dan pembinaan. Identitas siswa dicatat dan guru dari sekolah masing-masing dipanggil untuk menjemput siswanya. Selain itu, mereka juga diminta untuk tidak mengulangi perbuatanya lagi.

”Jika mereka (siswa Red) mengulangi lagi. Maka orang tuanya yang akan menjemputnya. Tidak lagi gurunya,” ujarnya.

Terkait dengan adanya siswa SD yang sudah mempunyai Handphone dan memiliki koleksi video porno. Dirinya merasa prihatin. Sebab, usia masih anak-anak sudah dicekoki pornografi. Hal itu, akan merusak generasi bangsa.

”Tadi saya tanya kepada anaknya, koleksi video yang disimpan berasal dari kiriman teman-temanya. Saya harapkan orang tua harus hati-hati dan mengecek handphone anaknya agar tidak salah pergaulan,” terang dia.

Sementara itu, terkait dengan pembinaan kepada siswa SD yang tertangkap bawa koleksi video porno. Petugas dari Satpol PP sendiri langsung menghantarkan kepada orang tuanya secara langsung. Sebab, bisa membahayakan masa depan anak.

”Petugas kami langsung datang ke rumah untuk berikan pembinaan secara langsung kepada siswanya agar diberikan pengawasan,” tandasnya.

BP siswa yang mempunyai video tersebut mengaku, koleksi video yang dimiliki berasal dari group WhatsApp teman-temanya. Dirinya tidak tahu, karena nomor whatsApp ya dimasukan ke dalam group dan berisi video porno.

”Saya tidak tahu. Handphone saya dipinjam dan dimasukan group nongkrong dan dikirimi video,” ujarnya berdalih ikut nongkrong di warung kopi usai mengikuti seleksi Popda di stadion Krida Simpang Lima Purwodadi.

Para siswa ini, yang sudah terjaring razia diberikan pembinaan. Kemudian para siswa dijemput guru sekolah masing-masing. Selanjutnya para siswa diizinkan untuk pulang kembali.

(ks/mun/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia