Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Curah Hujan Tinggi, Penggenangan Bendungan Logung Bisa Lebih Cepat

01 Februari 2019, 08: 48: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

TERISI PENUH: Pemandangan indah terlihat karena elevasi air pada Bendungan Logung Kudus saat ini telah mencapai titik tertinggi.

TERISI PENUH: Pemandangan indah terlihat karena elevasi air pada Bendungan Logung Kudus saat ini telah mencapai titik tertinggi. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS – Waktu ‘impounding’ (penggenangan) Bendungan Logung diperkirakan akan selesai lebih cepat dari yang diprediksikan. Sebelumnya pengisian bendung ditargetkan bisa selesai dalam enam bulan. Namun sejak pertama kali diisi pada 18 Desember 2018 lalu, kini elevasinya sudah mencapai 79.588 meter. Artinya untuk melimpaskan air dari bendungan hanya kurang sekitar 8.92 meter.

”Pada spillway elevasi puncaknya 88.50 meter. Dengan kondisi seperti ini, sekitar akhir Februari atau Maret air sudah ideal,” kata Koordinator lapangan Bendungan Logung Dorlanda Sinaga.

Percepatan pengisian ini, juga tampak jelas dengan penambahan ketinggian air. Sebelumnya, pada area seluas 144,06 hektare kecepatan penggenangan setiap hari rata-rata 50 centimeter. Namun ketika intensitas hujan mulai tinggi, penggenangan setiap hari bisa mencapai lebih dari satu meter.

Meskipun untuk melimpaskan air dari bendungan sudah bisa dilakukan pada elevasi 88.50 meter. Namun muka air tertinggi berada di elevasi 93.00 meter.

“Ada berada di angka segitu. Kalau dihitung tinggi ada di angka 40 meter dari dasar,” tuturnya.

Tak dipungkiri, hujan menjadi faktor penting dalam proses pengisian Bendung yang berada di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo itu. Saat ini, tower dalam bendungan sudah terendam air. Meskipun demikian bendungan yang memiliki panorama yang indah itu belum bisa dinikmati warga.

Terkait itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Zulfan Arief Mustafa, kembali meminta pemahaman semua pihak terkait status objek vital di area pengendalian Bendungan Logung.

Pihak pemerintah desa di sekitar Bendungan Logung diminta untuk terus mengimbau warganya. Agar tidak mendekati area genangan. Pasalnya, air masih tercemar karena banyaknya tanaman yang membusuk di bagian hulu karena terendam air dalam waktu cukup lama.

Selain itu, imbauan agar tidak mendekati area genangan dimaksudkan warga tidak terpeleset. Serta mencegah hal-hal lain yang tidak diinginkan terjadi.

”Kami meminta pemerintahan desa dapat memberikan imbauan tersebut,” jelasnya.

Zulfan menambahkan, untuk lokasi yang dijadikan area pengembangan wisata sendiri akan diarahkan ke Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe. Ini merupakan keputusan dari  koordinasi dengan Pemkab Kudus beberapa waktu yang lalu.

“Masyarakat harap bersabar,” tandasnya.

Bendungan ini memiliki tinggi 55 meter dan panjang 350 meter. Bendungan multifungsi ini mampu menampung air sekitar 20,15 juta meter kubik. Volume efektif sebesar 13,72 juta meter kubik. Bendungan Logung direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air irigasi untuk lahan potensial maksimal 5.296 hektare. Terdiri dari luas irigasi eksisting 2.805 hektare dan irigasi pengembangan 2.491 hektare di wilayah Kabupaten Kudus serta peningkatan produktivitas tanaman padi.

Selain itu, bendungan tersebut dapat  memenuhi kebutuhan air baku sebesar 200 liter/detik di perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Kudus. Serta pembangkit listrik tenaga mikro hidro sebesar 0,50 megawatt dan pengendalian banjir di wilayah hilir. 

(ks/daf/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia