Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Sportainment

Persijap Bakal Kasih ”Kejutan” soal Dugaan Match Setting

12 Januari 2019, 08: 31: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

DIRUGIKAN: Persijap (kanan) saat bermain dengan Persibat Batang di Stadion Geloba Bumi Kartini. Pertandingan ini diduga ada match setting.

DIRUGIKAN: Persijap (kanan) saat bermain dengan Persibat Batang di Stadion Geloba Bumi Kartini. Pertandingan ini diduga ada match setting. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

JEPARA – Presiden Persijap Jepara Esti Puji Lestari berniat ikut bersih-bersih terkait kegiatan match setting pertandingan sepak bola di Indonesia. Namun, orang nomor 1 di tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu, masih menunggu waktu yang tepat. Hal ini juga mendapat dukungan dari manajer Persijap Jepara.

Manajer Persijap Saadi Asirozi, mengatakan, pihaknya akan mendukung apa yang dilakukan Esti. Dia juga mengakui kalau sebenarnya selama ini timnya juga dirugikan oleh match setting. ”Kami merasa dirugikan. Tapi mau bagaimana, saya sendiri belum punya bukti yang kuat. Tapi, jujur saya kecewa dengan match setting,” tegasnya.

Meski demikian, Saadi mengaku, sampai sekarang belum tahu langkah apa saja yang nantinya akan ditempuh Esti. Sebab, dirinya juga tidak diberitahu Esti terkait rencana pembongkaran match setting itu. ”Saya tidak tahu bukti apa saja yang dimiliki oleh Mbak Esti. Kalau tidak salah, beliau punya beberapa data penting. Apapun itu, kalau demi sepak bola nasional yang lebih sehat saya akan dukung,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Persijap Esti Puji Lestari yakin jika Laskar Kalinyamat dicurangi usai babak penyisihan Grup 3 Liga 2. Saat itu, Persijap dikalahkan oleh Persibangga Purbalingga, Persip Pekalongan, PSS Sleman, dan Persibat Batang. Keempat laga itu, berakhir dengan skor 1-0 untuk kekalahan Persijap.

Meski mendengar soal match setting, Saadi menyampaikan, dirinya belum pernah ditawari untuk bermain pengaturan skor. ”Alhamdulillah tidak pernah. Tapi kalau pemain ada yang pernah diajak, tapi mereka tidak mau,” sambungnya.

Dirinya mengaku tidak pernah ”bermain”. Tetapi hal-hal ganjil memang sering dirasakannya. Akan tetapi, dirinya enggan menyebutkan hal-hal ganjil itu. ”Ya tentu ada. Semua pertandingan di Liga 3 Nasional (liga yang diikuti Persijap musim ini, Red) ada godaan dari mafia,” tegasnya.

Namun, kesulitan tidak ada bukti membuatnya enggan untuk membongkar atau menindaklanjuti dugaan match setting. Beberapa pemainnya juga sering bercerita kepadanya kalau pernah diajak ”bermain”.

”Anak-anak terbuka kepada saya. Memang pernah diajak (bermain match setting), tapi mereka takut dan menolak. Saya berharap match setting ini, segera ditindaklanjuti agar sepak bola nasional kembali sehat,” harapnya. (vga)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia