Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Membahayakan, Sarang Tawon Raksasa di Tempat Bermain Anak Disingkirkan

12 Januari 2019, 07: 44: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

PAKAIAN KHUSUS: Petugas Damkar Satpol PP Kudus menyingkirkan sarang tawon ndas di tempat bermain anak TK di Desa Cendono, Dawe, Kudus, kemarin.

PAKAIAN KHUSUS: Petugas Damkar Satpol PP Kudus menyingkirkan sarang tawon ndas di tempat bermain anak TK di Desa Cendono, Dawe, Kudus, kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

KUDUS Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kudus membantu warga menyingkirkan sarang tawon ndas di Desa Cendono, Dawe, Kudus, kemarin. Tepatnya di rumah Ali Ahmadi dan di Taman Kanak-Kanak (TK).

Sarang tawon itu, berukuran lebih besar dari umumnya. Diameternya sekitar 70 cm. Sarang tersebut menggantung di samping rumah Ali Ahmadi. Sedangkan yang di TK berada di arena bermain anak. Jadi, sangat membahayakan.

Menurut keterangan warga, sarang tawon yang berada di rumah Ali Ahmadi itu, mulai ada sekitar Agustus dengan ukuran kecil. Kemudian membesar. Keberadaan tawon ndas atau dalam nama latin disebut Apis Dorsata ini, memang meresahkan masyarakat.

Eko, petugas damkar menjelaskan, tawon ndas memiliki sengatan yang bisa berakibat vatal. ”Kebanyakan warga biasanya membiarkan sarang tawon membesar. Padahal bahaya. Jika orang tersengat bisa sampai masuk rumah sakit,” jelasnya.

Sementara TK juga ada sarang tawon yang jaraknya sekitar 150 meter dari rumah Ali Ahmadi. Sarang lebah itu, menggantung di pohon kelengkeng berada di arena bermain anak-anak. Tanpa mengulur waktu, setelah selesai menyingkirkan sarang tawon di lokasi pertama, petugas langsung menuju TK ini. Tampak petugas mengamati sarang dan mempersiapkan alat-alat yang diperlukan. Berupa karung, gunting kebun, sabit, dan alat pelindung diri (APD) berupa pakaian khusus antiapi yang mirip astronot.

Ada lima personel yang mengenakan pakaian tersebut. Sementara yang lain memakai jaket tebal. Satu personel yang memakai baju tahan api itu, naik mendekati sarang. Sementara yang lain berjaga di bawah. Masing-masing membawa obat semprot antiserangga.

Petugas yang di bawah menyemprotkan obat serangga itu, tepat di lubang keluar lebah. Sontak lebah-lebah terbang tak beraturan. Tak cukup itu, petugas kemudian memangkas sarang tersebut menggunakan sabit. Keroyokan tawon-tawon tersebut makin tak beraturan dan menyerang petugas. Sarang lebah dimasukkan ke karung dan diikat rapat.

Dua orang petugas sempat tersengat, karena lebah-lebah itu masuk melalui celah helm yang digunakan petugas. Tetapi tidak mengakibatkan luka berat. Petugas itu langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.

Bimo, kasi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kudus, menjelaskan, pemadam kebakaran memang sering membantu masyarakat dalam menyingkirkan sarang lebah. ”Sarang lebah itu mengkhawatirkan. Karena banyak anak-anak kecil bermain di sekitar situ (TK). Apalagi tawon ndas, sengatannya bisa sampai bikin orang meninggal,” katanya.

Dia menambahkan, masyarakat yang ingin menyingkirkan sarang lebah, tinggal ajukan surat pengantar dari desa. Kemudian diserahkan ke Kantor Satpol PP Kudus. ”Secepatnya akan segera kami tindaklanjuti,” imbuhnya. (vah)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia