Sabtu, 19 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Blusukan di Pasar Kota Rembang, Sandiaga Uno Beli Dumbeg

12 Januari 2019, 07: 31: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

BAWA JAJAN PASAR: Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menenteng jajanan saat menyapa warga di Pasar Kota Rembang kemarin.

BAWA JAJAN PASAR: Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menenteng jajanan saat menyapa warga di Pasar Kota Rembang kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno blusukan di Pasar Kota Rembang kemarin. Kedatangannya menyapa pedagang dan masyarakat. Dalam kesempatan ini, pihaknya menyempatkan membeli dumbeg, jajanan khas Rembang.

Ada dua bungkus dumbeg yang sempat dibelinya. Jajanan pasar ini, terbuat dari tepung beras, kelapa, dan gula yang dibalut daun lontar dari pohon siwalan.

Selain membeli dumbeg, Sandi juga memborong jajanan pasar lain. Sandi juga terus menjadi pusat perhatian pengunjung di Pasar Kota Rembang. Bahkan, tak jarang mulai anak-anak, kawula muda, dan orang tua rela berdesakan untuk dapat foto selfie bersamanya. Bahkan, Titah, pemulung tua asal Sumberjo, Rembang, tak mau ketinggalan. Dengan penuh percaya diri memeluk dan mencium Sandi, meski berpakaian lusuh lengkap dengan selendang gendong.

Cawapres berkacamata ini, datang di Kota Garam tanpa didampingi pejabat khusus. Dia hanya didampingi tim advance beserta sejumlah ajudan. Dari Rembang, turut mendampingi Wiwin Winarto, ketua BPD Badan Pemenangan Daerah Prabowo.

Sandi juga turut menyerap aspirasi. Dalam kesempatan blusukan ini, dia mendapatkan keluhan pedagang tentang penataan pasar. Sampai akhirnya hampir satu jam di pasar. Dia kemudian melanjutkan perjalanan silaturahim ke daerah lain.

Sandi menyampaikan, kedatangan di Kota Garam dalam rangka menyapa warga. Selama di Pasar Kota Rembang mendapat masukan untuk penataan fasilitas perekonomian. ”Pedagang mengeluh saat hujan, pelataran pasar menjadi becek. Kondisi di dalam pasar juga sempit, karena pedagangnya melebihi kapasitas. Jadi ini menjadi prioritas pembangunan Prabowo-Sandi, untuk memihak ekonomi rakyat. Sebab, denyut nadi perekonomian ada di pasar tradisional,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai tuduhan hoax yang mengarah kepada tim Prabowo-Sandi, dia menuturkan, hoax harus diperangi. Pemilu harus bebas hoax. Kalau ada tuduhan dan dugaan segera ditelusuri dan di-follow up. Pihaknya menyadari, saat ini banyak hal yang ingin memecah belah. ”Kami berharap kepolisian menindak secara tegas pelaku hoax,” ujarnya.

Sementara tentang debat, dia dan Prabowo bakal memperdalam visi dan misi. Dipastikan visi dan misinya lebih mutakhir dari pemerintah saat ini.

Lepas dengan isu politik yang berkembang, Sandi mengapresiasi Kabupaten Rembang yang punya potensi kelautan. Termasuk garam. Juga ekonomi kreatif dapat berkembang. Apalagi letaknya strategis, dekat dengan Jawa Timur. ”Potensi kota pesisir diharapkan menjadi lokomotif pembangunan ekonomi di Jawa Tengah,” harapnya.

Sebelumnya, Sandi silaturahim di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wahdah, Lasem, Rembang. Sandi diterima oleh pengasuh ponpes Gus Affas Baidhowi. Hadir pula dalam kesempatan ini, KH Najih Maimun Zubair dan KH Wafi Maimun dari Sarang, Gus Aam Wahib dari Surabaya, dan Gus Sholah dari Banyuwangi.

(ks/noe/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia