Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Kini Pasien BPJS Kesehatan Bisa Naik Kelas Satu Tingkat Saja Lho

12 Januari 2019, 07: 26: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

SOSIALISASI PERMENKES: Direktur Utama RS Mardirahayu dr. Pujianto, M. Kes,sosialisasi pasien BPJS Kesehatan bisa naik kelas satu tingkat.

SOSIALISASI PERMENKES: Direktur Utama RS Mardirahayu dr. Pujianto, M. Kes,sosialisasi pasien BPJS Kesehatan bisa naik kelas satu tingkat. (SAMODRA DAHLIYA/ RADAR KUDUS)

JATI - RS Mardi Rahayu melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 51 Tahun 2018 pada Jumat (11/1) kemarin. Terkait  tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya dalam Program Jaminan Kesehatan. Peraturan tersebut rencananya dilaksanakan mulai Senin (14/1).

Di dalamnya menetapkan ketentuan baru rawat inap bahwa pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bisa naik kelas maksimal satu tingkat di atas hak kelasnya. Bagi pasien dengan hak kelas III maksimal naik ke kelas II, pasien dengan hak kelas II maksimal naik ke kelas I, dan pasien dengan hak kelas I maksimal naik ke kelas VIP.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto, M. Kes, menyambut baik dan siap melaksanakan Permenkes tersebut. ”Kami siap mendukung pelaksanaan Permenkes Nomor 51 Tahun 2018 yang mengatur hak pasien BPJS Kesehatan. Pelaksanaan Permenkes ini juga baik untuk rumah sakit karena rumah sakit akan terhindar dari kesan “memaksa” pasien BPJS Kesehatan naik kelas seperti yang kadang masih muncul di persepsi sebagian masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan Permenkes ini merupakan tantangan yang tidak mudah bagi rumah sakit, terutama dalam mengatur penggunaan tempat tidur yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasien.

”Komposisi kelas perawatan terkait dengan perizinan rumah sakit sehingga tidak dapat diubah dengan mudah. Namun, kami berkomitmen tetap menyediakan kamar di RS Mardi Rahayu bagi pasien yang membutuhkan. Seperti komitmen Kamar Tersedia Tanpa Tambah Biaya (KT3B),” imbuhnya. 

Guna menyikapi Permenkes baru ini, RS Mardi Rahayu kami telah mempersiapkan langkah antisipasi. Yakni dengan memberikan kebijakan Penempatan Sementara Pasien BPJS Naik Kelas. Kebijakan tersebut sampai dengan maksimal kelas Eksekutif. Adapun iur biaya yang harus dibayarkan pasien tetap mengikuti hak naik kelas yang ditetapkan oleh Permenkes dan tanpa batasan hari di kamar perawatan sementara.

Contohnya, bila ada pasien kelas III yang menghendaki naik ke kelas II namun kelas tersebut penuh, pasien akan ditempatkan sampai maksimal kelas Eksekutif yang merupakan kelas perawatan satu tingkat di atas kelas VIP tanpa batasan hari sampai kelas II tersedia. Adapun iur biaya tetap diperhitungkan berdasarkan selisih tarif INACBG kelas II dengan kelas III. 

”Kami berharap kebijakan Penempatan Sementara Pasien BPJS Naik Kelas tersebut bisa membantu pasien BPJS Kesehatan yang memerlukan rawat inap dan menghendaki naik kelas. Ini sejalan dengan visi RS Mardi Rahayu untuk Menjadi Rumah Sakit Pilihan Utama berdasarkan Kasih di Jawa Tengah,” tutupnya. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia