Sabtu, 19 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Bulan Buron, Pemilik Pabrik Miras Akhirnya Diciduk Polisi

11 Januari 2019, 22: 35: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

Dua Bulan Buron, Pemilik Pabrik Miras Akhirnya Diciduk Polisi

JEKULO – Pemilik pabrik miras yang sudah memproduksi 7.650 liter Taufiq Junaidi, 44, dibekuk polisi. Warga RT 5/RW 4 Dukuh Karangwetan, Desa Prambatan Kidul, Kaliwungu itu diamankan pada Jumat (4/1) malam di Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Sebelum ditangkap, dia sempat buron dua bulan.

Diketahui sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Kudus melakukan penggerebekan pabrik miras yang berada di RT 1/RW 4 Dukuh Gedang Sewu, Desa Peganjaran, Bae pada Minggu (2/12). Pabrik berada dalam bangunan rumah dengan kedok sebagai tempat pembuatan pupuk dan sudah beroperasi selama satu bulan. Setiap hari, miras yang diproduksi mencapai 72 liter. Miras tersebut dikemas dalam botol ukuran 1,5 liter sebanyak empat kardus. Total sebulan produksi mencapai 2,160 liter.

Kasat Reskrim AKP Rismanto mengatakan, saat melakukan penindakan, banyak warga tidak menduga karena bangunan disamarkan. Ribuan liter miras yang sudah dimasukkan drum plastik, botol minuman, bahan bahan baku, dan peralatan pembuatan miras diamankan petugas. ”Alasannya sebagai pabrik pupuk organik,” jelasnya.

Beberapa saat setelah penggerebekan, polisi berhasil menangkap pengelola pabrik itu. Pengelola tersebut diketahui bernama Imam Syafi'i, 51, warga asal RT 3/RW 4 Desa Peganjaran, Kecamatan Bae.

Dalam gelar perkara yang digelar beberapa waktu lalu, Imam menyatakan, hanya menjalankan usahanya saja. Pemilik modal yang menyediakan semua keperluan pembuatan Miras. Setiap hari dia memproduksi empat kardus yang masing-masing berisi 12 botol. Satu botol berisi 1,5 liter oplosan dan dijual Rp 25 ribu. ”Saya digaji Rp 75 ribu per hari,” ujarnya.

Diakuinya, dirinya mendapatkan kemampuan mengolah pembuatan arak putih setelah kenal dan diajari oleh pemilik pabrik berinisial JUN. Pemilik pabrik tersebut rupanya juga menjadi pemilik di pabrik miras di Desa Prambatan, Kecamatan Kaliwungu yang pernah digerebek April 2018 lalu. ”Miras langsung saya setorkan ke JUN. Tidak tahu dijual ke mana saja,” ungkapnya.

Kapolres Kudus AKBP Saptono membenarkan tentang penangkapan pemilik pabrik miras itu. Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres Kudus untuk menjalani pemeriksaan. ”Kasus kami proses sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Setelah ditangkap, tersangka dijerat pasal 204 ayat (1) KUHPidana subs pasal 142 UU No. 18 Tahun 2012 tentang pangan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Kedepannya, pihaknya berkomitmen akan bekerjasama dengan semua pihak untuk melakukan penindakan miras di semua lini.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia