Kamis, 21 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Features
Mengintip Bisnis Prostitusi Online (4-Habis)

 “Booking Out” Angel Rp 1 Juta, Pembayaran Include Hotel Baru Dilayani

11 Januari 2019, 00: 42: 04 WIB | editor : Ali Mustofa

 “Booking Out” Angel Rp 1 Juta, Pembayaran Include Hotel Baru Dilayani

Prostitusi online bisa dilakukan hampir di semua kabupaten. Termasuk di eks Karesidenan Pati. Para angel siap datang. Agar klien merasa nyaman, angel memilih ajak ngobrol dulu. Baru eksekusi.

 PEREMPUAN berambut panjang. Warna pirang. Nyaris sempurna. Tinggi tubuhnya 172 sentimeter. Kulitnya putih. Ukuran payu dara 36D. Kakinya jenjang. Pahanya tidak kegemukan. Pantatnya menonjol. Usianya 27 tahun.

Busana yang dikenakan minim. Sangat memikat. Berbeda dengan perempuan sebelumnya. Kali ini style busana sangat hight kelas. Ria, namanya, memberikan perbedaan.

Ia memakai lingerie merah. Gaun mininya transparan. Ia sengaja tak mencopot arloji. Di almari di sudut kamar itu juga sudah terisi barang-barang bawaannya. Sebuah tas jinjing warna putih. Sepatu highheel. Sebuah outer berbahan rajutan tergantung rapi di lemari putih. Wangi.

Ia mempredikatkan diri dengan sebutan panlok. Kependekan dari panda lokal. Matanya cukup sipit. Tapi kulitnya tak putih. Ini triknya untuk menarik mata para lelaki. Cewek BO ini followernya lebih dari 7.000. Ayahnya asli Surabaya.

Ia juga tidak menyertakan RR di bio Twitter-nya. ”RR silakan DM,” tulis dia di bio-nya. Untuk BO dengannya tidak mudah. Awal November mulai DM, tapi baru akhir November dibalas. Bulan itu baru bisa BO. Itupun harus beberapa kali diancam blocked karena tak segera transfer DP. Bahkan percakapan via DM itu harus kena semprit karena dianggap nego.

Urusan hotel juga hampir membuat rencana BO ini gagal. Ia tahu sejumlah hotel di Kudus. Makanya selain aman, ia memilih hotel berkelas.

Tarif angel ini sama dengan sebelumnya. Untuk tarif satu jam Rp 1 juta. Dua jam Rp 1,6 juta. LT berdurasi tujuh jam hingga Rp 3,5 juta. Private Rp 6 juta.

”Ngobrol dulu ya say. Kalem. Nggak buru-buru kan,” ucap perempuan bongsor ini sambil meletakkan tangannya di atas paha pria. Suhu ruangan mulai menghangat.

Logatnya sudah tak ada Semarangnya. Surabaya pun tidak. Sudah seperti orang Jakarta. Sudah terlalu sering melayani orang Jakarta. Katanya.

Ia memang tipe perempuan yang tak dapat langsung berhubungan. Meski tamunya sudah bayar mahal. Dia mengaku sendiri. Ia harus melakukan perkenalan lebih dulu. Ngobrol-ngobrol syantik. Meski singkat.

Selama satu tahun ini ia sudah melayani berbagai jenis kecenderungan seks. Ada yang mengajak 3somes. Ada yang mengajak BDSM. Hingga ajakan untuk keroyokan. Meski ia menyertakan layanan all service. Tapi tidak dengan dua kecenderungan terakhir tersebut di atas. ”Aku nggak bisa mengerti dengan BDSM. Yang dinikmati apanya. Sakit semua malah iya,” katanya.

Menurutnya itu kelainan. Ia juga tak jarang diajak sesama. Ia juga selalu menolaknya. Ia merasa sebagai angel yang berkecenderungan normal.

Dari cara dia berbicara, ia mampu memberikan rasa nyaman. Ia memiliki nilai plus di bagian ini. Urusan BO, tak melulu urusan puas atau tidaknya hubungan di atas ranjang. Percakapan perkenalan itu bahkan sudah berlangsung satu jam. Lebih sedikit, dua menit.

Ia tak memedulikannya. Ia hanya menghitung, bila tamu mulai melancarkan “aksi”-nya. Baginya percakapan itu perkenalan untuk mencapai puncak kepuasan. Bahkan, lebih penting dari foreplay. Pantas saja, tiap tamu seusai menyewanya selalu memberikan FR yang spesial. Rata-rata GFE yang diperolehnya berada di poin sembilan.

Untuk menarik para pengorder BO, ia memadukan dengan busana seksi dan status-status nakal. ”Jadikan aku selingkuhanmu yuk,” tulisnya pada satu ketika.

Tak jarang juga status bernada kesal. Karena di PHP calon tamu. Hingga yang coba-coba nego. Namun tak jarang ia mengumbar kemesraan (sudah disensor) dengan sugar daddy yang tajir.

Meski begitu status murungnya membuat pemerhatinya tercekat. Ia membayangkan dua tahun lalu. Ia ingin kembali ke masa itu. Yang berarti dia belum terjun dalam lembah hitam ini. Yang berarti juga ia masih memiliki kehormatan utuh.

Bedanya dia sudah tak ada masalah dengan keuangan sekarang. Bahkan serba lebih. Penghasilannya bisa Rp 40 juta sebulan. Tapi siapa tahu di kedalaman hatinya, ia justru ingin kembali ke masa dua tahun silam itu. Apakah gelimang uang, sugar daddy tajir, dan kepuasan batin tak cukup membuatnya tenang dan bahagia?

Waktu bergulir cepat. Tak terasa sudah menunjuk lebih dari pukul 22.30. Percakapan baru saja selesai. Air mineral dan beberapa potong roti sobek juga sudah hampir habis. Kepalanya sudah jatuh di dada lelaki itu. Sepasang bibirnya memberikan kecupan lembut. Angel bertitel panlok mulai menebar aroma surgawi yang nyaris semalaman.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia