Sabtu, 19 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Tingkatkan Perekonomian, Bupati Haryanto Resmikan Ratusan Proyek 2018

11 Januari 2019, 00: 00: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

DIRESMIKAN: Bupati Pati dan jajarannya meresmikan ratusan proyek 2018 salah satunya monumen ikan bandeng di JLS Sukokulon kemarin.

DIRESMIKAN: Bupati Pati dan jajarannya meresmikan ratusan proyek 2018 salah satunya monumen ikan bandeng di JLS Sukokulon kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

JEPARA – Bupati Pati Haryanto telah meresmikan 550 paket proyek selama 2018di JLS Sukokulon Pati kemarin. Totalnya Rp 314 miliar. Proyek yang dibangun itu harapannya bisa meningkatkan perekonomian.Juga mengangkat kearifan lokal.

Dari total yang diresmikan sebanyak 550 proyek bersumber dari APBD Pati, APBD provinsi, dan APBN. Pihaknya berterima kasih kepada semua pihak. Harapannya pembangunan itu bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Bisa meningkatkan perekonomian.

Menurutnya, pembangunan proyek paling banyak infrastruktur jalan, drainase, dan jembatan. Karena pembangunan itu dibutuhkan masyarakat. Dengan infrastruktur memadai, investasi meningkat dan membantu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Pati.

“Pembangunan yang dilakukan Pemkab Pati membuahkan hasil. Data BPS kemiskinan turun signifikan. Hanya tersisa 9,9 persen. Ini sejalan dengan slogan Nata Praja Mbangun Desa. Bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain meningkatkan investasi, pembangunan proyek di Bumi Mina Tani diharapkan bisa mengangkat kearifan lokal Pati. Seperti pembangunan monumen ikan bandeng di pintu masuk Jalan Lingkar Selatan (JLS) Sukokulon Pati. Tugu itu bisa mengangkat potensi Kabupaten Mina Tani ini. Karena selama ini bandeng justru menjadi branding di semarang daripada Pati.

“Kami tidak ingin kehilangan itu (ikon penghasil bandeng, Red). Supaya warga Pati dan sekitarnya ini tahu bahwa bandeng di Pandanaran, Semarang itu dari Juwana, Pati. Sampai sekarang disuplai dari Juwana,” tururnya.

Haryanto menambahkan, monumen ikan bandeng tersebut bisa menggerakkan roda perekonomian petani bandeng. Serta menambah semangat petani. Terlebih di Pati ada ribuan hektare lahan pertanian tambak ikan air tawar dan asin. Tidak hanya mengangkat produksi ikan bandeng. Juga mengangkat produksi kuningan.

“Di tengah bandengkan juga ada gear dari kuningan Juwana. Gear dari kuningan itu memang dibuat berputar sebagai penggerak roda perekonomian pengusaha kuningan dan ikan bandeng di Juwana. Sebagai perputaran perekonomian di Pati,” imbuhnya.

Ketua panitia peresmian Sudiyono Asisten Pemerintahan Setda Pati pembangunan 550 proyek selama 2018 rampung dilaksanakan. Proyek paling banyak dibangun infrastruktur. Yaitu 200 lebih pekerjaannya. Di antaranya pembangunan drainase di Jalan Kiai Saleh Pati Rp 2,5 miliar, Jalan Juwana-Guyangan Rp 13,6 miliar, Jalan Cengkalsewu Sukolilo perbatasan Pati-Kudus sebesar Rp 13,9 miliar, dan paket proyek lainnya.

Sementara itu pekerjaan pembangunan gedung hanya 197 unit. Seperti revitalisasi Pasar Juwana Rp 2,7 miliar, Puskesmas Trangkil Rp 3,3 miliar, dan RSUD Kayen sekitar Rp 18 miliar. Pembangunan lainnya yakni taman di beberapa titik di antaranya taman monumen ikan bandeng raksasa di JLS Sukokulon Margorejo yang menelan anggaran Rp 3,9 miliar. Taman itu kini menjadi ikon Pati.

“Selain peresmian proyek, kami juga melakukan perjanjian kerja dengan seluruh OPD. Dari proyek yang kami resmikan, ada proyek yang sudah tuntas. Sebagian proyek lainnya membutuhkan kelanjutan karena tak cukup dikerjakan 2018. Seperti pembangunan RSUD Kayen yang dilanjutkan 2019 ini,” katanya.

(ks/put/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia