Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Kondisinya Membaik, Korban Keracunan Es Degan Boleh Rawat Jalan

10 Januari 2019, 22: 35: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

TINJAU: Tim Polsek Tahunan mengunjungi korban keracunan di RSUD RA Kartini Selasa (8/1) lalu. Diduga lima siswa keracunan karena minum es degan yang telah dicampuri serbuk orang tak dikenal.

TINJAU: Tim Polsek Tahunan mengunjungi korban keracunan di RSUD RA Kartini Selasa (8/1) lalu. Diduga lima siswa keracunan karena minum es degan yang telah dicampuri serbuk orang tak dikenal. (POLRES JEPARA FOR RADAR KUDUS)

TAHUNAN – Dua dari lima korban keracunan es degan di SDN 1 Tahunan kondisinya mulai membaik kemarin. Pihak RSUD RA Kartini membolehkan istirahat di rumah. Dari pengakuan korban, es degan yang diminum pada Selasa (8/1) lalu, dibeli orang tak dikenal sebanyak 50 bungkus dengan harga Rp 100 ribu.

Sebelum meninggalkan ruangan Melati 1 RSUD RA Kartini, salah satu korban Nunetta, 10, menceritakan kejadian yang dialaminya hingga mengalami mual pada Selasa (8/1) lalu. Saat memasuki jam istirahat kedua, pukul 11.00 seperti biasa murid SDN 1 Tahunan memanfaatkan waktu istirahat dengan berbagai kegiatan. Termasuk membeli jajanan di depan pagar sekolah. “Ada banyak jajanan, siomay, cilok, es degan, dan jajanan lainnya,” katanya.

Ia melihat kerumunan siswa di sekitar penjual es degan. Ternyata penjual tersebut barang dagangannya diborong sesorang untuk diberikan kepada para murid. Dalam satu ember es degan dibungkus menjadi 50 plastik. “Ada teman yang tahu orang tak dikenal itu membelinya seharga Rp 100 ribu,” katanya.

Es degan yang telah diborong tersebut kemudian menjadi perhatian para siswa. Dari 50 bungkus, 20 di antaranya telah dikonsumsi. Sisanya masih utuh. “Saya ikut minum tapi tidak habis,” imbuh siswi kelas 5 ini.

Sementara itu, korban lain yang juga sepupunya, Adella Azzahra, 11, mengalami sakit perut, mual dan pusing saat di dalam kelas. Kemudian empat siswi lain juga mengalami hal yang sama. Lalu diantar pihak sekolah ke RSUD RA Kartini. Tiga menjalani rawat inap. Sedangkan Adella dan Nunetta menjalani rawat inap. “Karena gratis saya ikut minum. Katanya sih ada yang melihat orang menaruh serbuk putih ke dalam es degan milik penjual,” katanya.

Keduanya sudah bisa tersenyum, tidak terlihat pucat. Kondisi mereka dinyatakan membaik. Sehingga bisa pulang. “Penyebab pasti menjadi kewenangan kepolisian. Kami merawat korban sesuai dengan keluhan,” tutur Wakil Direktur RSUD RA Kartini Muh Ali.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jepara yang menyempatkan datang ke ruang perawatan menyatakan keprihatinannya. Didampingi anggota komisi C lainnya, Sunarto sempat menghibur kedua siswi tersebut. “Dengan kejadian ini menjadi pelajaran bagia semua pihak. Baik siswa, sekolah, maupun orang tua. Jangan sampai menerima pemberian orang tak dikenal jika ada gerak-gerik mencurigakan,” ujarnya.

(ks/war/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia