Sabtu, 19 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Kawal Program Kerja TOP, MD KAHMI Gelar Simposium

10 Januari 2019, 16: 02: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

CENDERAMATA: Ketua Panitia Simposium Ir. H Musyfikur Rahman., M.Si., menyerahkan kenang-kenangan lukisan karikatur kepada Bupati Kudus Ir. H. M. Tamzil, MT,. dan Wakil Bupati HM Hartopo ST, MM, MH.

CENDERAMATA: Ketua Panitia Simposium Ir. H Musyfikur Rahman., M.Si., menyerahkan kenang-kenangan lukisan karikatur kepada Bupati Kudus Ir. H. M. Tamzil, MT,. dan Wakil Bupati HM Hartopo ST, MM, MH. (MD KAHMI FOR RADAR KUDUS)

KOTA – Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) menggelar Smposium 100 hari kepemimpinan Bupati - Wakil Bupati Kudus, M Tamzil-Hartopo.  Untuk masa kepemimpinan 2018-2023 di Pendopo Kabupaten Kudus (8/1) lalu.

Pada acara simposium tersebut, Bupati Kudus  Ir. H. M. Tamzil, MT., sebagai keynote speech-nya. Beberapa hal yang disampaikan terkait dengan visi misi yang diulas dalam rapat istimewa DPRD Kudus. Yakni ”Kudus bangkit, menuju kabupaten modern, cerdas, religius, dan sejahtera”.

Ketua panitia simposium Ir. H Musyfikur Rahman., M.Si., mengatakan, masyarakat butuh informasi tentang perkembangan kepemimpinan baru ini. Ibarat pengantin baru, pasti diperhatikan sekitarnya.

”Mulai ditanya sudah isi belum dan lainnya. Maksudnya dalam hal ini apakah kepemimpinan saat ini sudah melaksanakan program kerjanya seperti yang disampaikan saat kampanye. Untuk itu, kami sebagai aktivis KAHMI, memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk mengawal kepemimpinan Bupati Kudus Tamzil selama masa jabatannya,”jelasnya.

Dalam simposium kali ini, Tamzil memaparkan sembilan program yang sudah dilaksanakan. Yaitu penyerahan tunjangan untuk guru swasta sebanyak 10 ribu lebih.  Dilaksanakan dengan kerja sama melalui Bank Jateng.

Progam selanjutnya adalah bantuan sosial untuk orang sakit di kelas III dan tidak bekerja.  Nominal yang diberikan adalah Rp 50 ribu per-hari, maksimal tiga hari. Selain itu ada program santunan kematian cair dalam satu hari, mendapatkan santunan  2,5 juta karena kecelakaan.

Selanjutnya pelatihan untuk 500 Wira Usaha Baru (WUB) setiap tahun. Masing-masing calon pengusaha bisa mengajukan proposal bantuan modal usaha. Setelah lolos seleksi akan mendapatkan bantuan modal Rp 10 juta per-orang.

Ada juga bantuan sosial utk pemuka agama, khotib, dan imam masjid. ”Untuk program ini belum terlaksana, namun anggaran sudah ada. Masalah nomenklatur, tertulis bansos harusnya hibah,” jelasnya. 

Masih ada  pendampingan pertanian. Program ini juga sudah sudah dilakukan. Berupa demplot di Purworejo, serta pemberian bibit kopi. Pemberdayaan ekonomi usaha warga dan bantuan usaha juga sudah dilaksanakan terutama janda yang ditinggal suami (MD).

Panelis lainnya yakni  akademisi dari UNDIP,  Drs. Selamet Santoso M.Si, membahas tentang sinkronisasi perencanaan pembangunan. Dan Dr. Nur Hidayat Sardini, S.Sos., M.Si,. membahas tema pembangunan komunikasi institusional yang berimbang. 

Sedangkan akademisi dari kudus diwakili oleh Dr. Adri Efferi, M.Ag. membahas tentang sinergi dalam mencerdaskan masyarakat Kudus. Selain akademisi  ada juga panelis dari  tokoh masyarakat Kudus yakni Drs. KH.Em Najib Hasan dengan pokok bahasan kebijakan politik yang mendorong keberagamaan yang baik. (lia/mal)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia