Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Penataan PKL dan Parkir Semrawut, Bupati: Dua Hari Lagi Harus Tertib!

10 Januari 2019, 08: 35: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SIDAK PENATAAN SPORT CENTER: Bupati Kudus M Tamzil dan wakilnya Hartopo melakukan sidak di kawasan sport center akibat penataan PKL kurang rapi dan arus lalu lintas semrawut pada hari-hari tertentu.

SIDAK PENATAAN SPORT CENTER: Bupati Kudus M Tamzil dan wakilnya Hartopo melakukan sidak di kawasan sport center akibat penataan PKL kurang rapi dan arus lalu lintas semrawut pada hari-hari tertentu. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KOTA – Menjamurnya Pedangan Kaki Lima (PKL) di area Sport Center tidak berbanding lurus dengan penataan. Akibatnya area yang seharusnya digunakan pengunjung justru menjadi tempat berdagang. Tak heran banyak warga yang mengeluh semrawutnya PKL. Untuk itu kemarin Bupati Kudus M Tamzil dan Wakilnya Hartopo melakukan inspeksi dadakan (sidak). Pedagang diberi waktu dua hari untuk menata.

Kemarin, Bupati, Wabup, beserta beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menelusuri sepanjang jalan area Sport Center. Juga mengecek lokasi penataan pedagang kaki lima (PKL) yang disepakati untuk ditata. Tepatnya di sebelah kiri trotoar, depan gedung tenis indoor.

 Tamzil meminta Kabid PKL Dinas Perdagangan Kudus Sofyan Dhuhri, untuk memberikan zonani stategis agar pedagang tertib. Ukurannya disesuaikan.Yang pasti tidak mengganggu jalur kendaraan.

(DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

”Saya minta PKL dilakukan pendataan. Seluruh PKL yang berjualan di Sport Center kalau bisa tertampung semua. Diatur saja bagaimana caranya, saya deadline dua hari harus sudah beres,” tegasnya.

Dia juga meminta OPD mencarikan sponsor supaya bisa seragamkan. Terutama grobaknya. ”Memang menata PKL itu tidak gampang. Satpol PP tiap malam harus pantau PKL di area Sport Center. Jangan sampai muncul jual beli lokasi,” tuturnya.

Kabid PKL Sofyan Dhuhri mengatakan, untuk saat ini data terbaru jumlah PKL yang berada di area Sport Center sebanyak 325 pedagang. Nantinya, satu petakan berukuran 2x3 meter.

”Kami upayakan dua hari selesai, termasuk persewaan mainan mobil-mobilan, sama mainan musik kereta api, dan lainnya. Kami segera kumpulkan para PKL dan diberi pengarahan,” jelasnya.

Sementara itu, Tamzil  juga kecewa lantaran semrawutnya tempat parkir. Terlebih dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) lempar tanggung jawab lantaran wilayah Dinas Pendidikan Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus.

”Ini kewenangan bupati untuk menunjuk OPD yang biasanya menangani. Saling koordinasi satu sama lain. Jangan sampai, ada lempar tanggung jawab. Seperti PKL, tidak hanya tanggung jawab Dinas Perdagangan, tapi juga Disdikpora dan Satpol PP,” tegas Tamzil. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia