Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Features
Mengintip Bisnis Prostitusi Online (3)

"Booking Out" Angel Rp 1 Juta, DP Dulu Baru Dilayani

09 Januari 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

"Booking Out" Angel Rp 1 Juta, DP Dulu Baru Dilayani

DUNIA prostitusi seolah tak ada matinya. Bahkan, berkembang dengan berbagai modus yang cepat berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Terlebih, kini dengan perkembangan teknologi informasi (TI). Para pelaku praktik prostitusi kalangan tertentu pun piawai memanfaatkan piranti lunak media sosial (medsos). Mereka memanfaatkan varian medsos. Di antaranya Facebook, Twitter, Beetalk, hingga Wechat.

Jawa Pos Radar Kudus mencoba menelusuri jasa esek-esek ini. Caranya via Twitter. Di medsos tersebut, berbagai tawaran booking out (BO) sangat mudah sekali ditemukan. Dengan mengetikkan hashtag #BO akan muncul puluhan atau mungkin ratusan tawaran dari perempuan pemuas syahwat.

Namun, meski banyak dan mudah ditemukan, belum tentu ada yang melayani di sekitar eks Karesidenan Pati. Kupu-kupu malam lokal hanya menawarkan jasanya di Facebook. Sedangkan di medsos tersebut, pelakunya kurang menarik. Lebih banyak STW (setengah tua).

Beda lagi di Twitter. Angel yang menawarkan jasa XXX ini, berusia relatif muda. Antara 20 hingga 27 tahun. Para pelakunya banyak dari kota-kota besar. Seperti dari Semarang, Bandung, Surabaya, Malang, hingga Jakarta. Saat pencarian dengan hashtag #BOPati atau #BOKudus banyak ditemukan angel yang ber-homebase di Kota Lunpia.

Transaksinya tak bisa gegabah. Koran ini harus berhati-hati untuk menemukan angel yang benar-benar bisa diajak ngamar di hotel. Koran ini mencoba melacak keberadaan para angel yang menyesaki jagat maya.

Sebelumnya, wartawan koran ini merasakan pahitnya tertipu. Tak banyak. Nominalnya cuma Rp 300 ribu.

Misalnya sebuah percobaan transaksi yang dilakukan pada Rabu 28 November 2018 lalu. Dengan akun berfoto profil panlok (panda lokal) atau keturunan Chinese. Skin white. 23 yo. Rambutnya panjang merah kekuningan. Cantiknya nyaris sempurna atau 9 plus.

Menggiurkan. Namun meragukan. Salah-salah, uang nakal yang disiapkan dapat mudah melayang begitu saja. Tertipu akun angel abal-abal itu.

Di akun tersebut, dan berbagai akun promosi angel jarang di-promote. Terlebih ia saat dicek di mesin pencarian Twitter. Beberapa akun pria bertestimoni bahwa akun panlok itu ternyata penipu.

”Akun tipu-tipu di medsos merajalela. Harus diselidiki dulu. Dipastikan. Cari aja promote-nya di akun-akun promosi. Kalau sering dipromo biasanya asli,” kata seorang angel Semarang yang mengaku kerap di-BO di sekitar Kudus dan Pati ini.

Angel yang lain memberi tips dari harga yang ditawarkan. Bila terlalu murah (di bawah Rp 1 juta) untuk cewek yang berwajah cantik dipastikan itu angel palsu. Alias tipu-tipu. Apalagi bila tarif murah itu include hotel.

”Bisa juga dicek ke resepsionis hotel. Bila tak ada kamar atas nama angel itu, dengan waktu yang ditentukan dipastikan itu angel tipu-tipu,” kata angel yang mengaku fotonya pernah digunakan untuk tipu-tipu akun angel lain.

Ngomong soal tipu-tipu, ia juga tidak mau ditipu pria hidung belang yang akan menyewanya. Standar transaksi yang ia terapkan ketat. Selain tak ada tawar-menawar, waktu transfer juga dibatasi.

”Dalam jarak waktu sejam setelah tanya nomor rekening nggak ditransfer, langsung saya blocked. Masalahnya saya kerap di-PHP. Perasaan kami para angel itu sakit campur kecewa, kalau ada yang tidak jadi BO. Apalagi ada yang sampai ngomong kasar,” ucapnya dengan kode keras.

Apalagi dengan follower hingga 8k (8.000) lebih di Twitter, jadwal BO-nya tergolong padat. ”Nggak ribet. Omdo (omong doang) sory aja say. Blocked,” ujar ketus. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia