Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Features
Mengintip Bisnis Prostitusi Online (1)

Bisa Booking lewat Aplikasi Smartphone, Tak Gunakan DP Agar Laku

08 Januari 2019, 13: 14: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

Bisa Booking lewat Aplikasi Smartphone, Tak Gunakan DP Agar Laku

Praktik prostitusi online tak hanya terjadi di kota-kota besar. Prostitusi itu bisa dipesan dan dieksekusi di kabupaten di eks Karesidenan Pati. Mereka memiliki perlakuan khusus. Koran ini menginvestigasi praktik esek-esek itu.

ANGEL itu mengenakan busana relatif sopan. Tubuhnya ditutup blouse warna merah. Bermotif bunga. Panjangnya selutut. Blouse itu dirangkap outer warna krem. 

Ujung kakinya kuning langsat. Ditutup dengan sepatu pink. Tidak dengan hak tinggi. Rambut sepunggung dibiarkan terurai. Tak semiran. Hitam. Lurus. Dan licin. 

Aksesori yang dikenakannya tak mencolok. Hanya mengenakan anting emas cublek. Jam tangan. Warnanya merah hati. Berbrand Tissot. Jam itu membuatnya elegan. 

Penampilan memang jauh dari kesan nakal. Malah terkesan polos dan terpelajar. ”Kalau nanti ada yang gak nyaman bilang aja ya. Jangan sungkan,” ucapnya di salah satu hotel di Kota Pati. 

Di depan pintu hotel kamar terpacak sebuah almari. Sejumlah setelan baju di gantung. Setelan busana muslim, setelan bikini, dan baju kantoran. Cukup mencengangkan. Di balik salah satu gantungan terdapat wig hitam.

Usai mandi, sang pemburu cinta langsung dikejutkan dengan “pemandangan” yang memacu libido. Perempuan yang mengaku masih mahasiswi asal Semarang itu sudah siap dengan bawahan thongs warna hitam berenda. Branya persis menyerupai kacamata. Tanpa tali. 34B. Juga berwarna hitam. 

Ia duduk berselonjor di atas bed empuk. Santai. Cahaya remang kamar makin menyamarkan bulu halus yang tumbuh di kulit tangan dan kakinya yang langsat. Sinar televisi sedari tadi mengoceh sesekali menerpa tubuhnya. 

Tubuhnya memang tak tinggi. 155 sentimeter. Tapi sangat terawat. Bersih dan wangi. Perut, lengan, pinggang hingga pahanya pun terawat. Sama seperti spek yang ditawarkan di bio Twitter-nya. 

Kukunya berkutek biru muda. Butiran glitter yang menonjol itu cukup menyita perhatian saat jarinya mengoperasikan gadget hitamnya.

Untuk mem-booking angel bernama Fitria ini gampang-gampang susah. Terhitung sudah dua kali, angel Semarang ini membatalkan janji kencan. Alasannya macam-macam. 

Pertama mengundur jadwal BO karena slot sudah penuh. Meski beberapa menit sebelumnya chatingan membicarakan kesepakatan-kesepakatan transaksi. ”Maaf ekspo diundur. Ternyata besok slotnya full,” kata perempuan asal Kota Atlas ini tiba-tiba. 

Janji kencan pun kembali dibangun dengan angel cantik ini. Namun lagi-lagi, ia mengurungkan setelah terjadi kesepakatan durasi dan lokasi BO. Kali ini ia beralasan sedang menstrusi. Meski tak meminta layanan FJ. Rencana kencan itu kembali batal. 

Dengan enteng angel itu menawarkan untuk mere-shedule BO pekan depan. Padahal kesepakatan transaksi terjadi, dan tinggal eksekusi. ”Tadi kepo banget kenapa sih, takut nggak jadi ya?” tebak dia.

Tapi Fitria cukup fair. Dia mau di-BO tanpa DP seperti angel kebanyakan. Sedangkan tak sedikit akun yang mengaku angel ternyata tipu-tipu setelah DP ditransfer. Mungkin faktor itu yang membuatnya cukup diminati lelaki hidung belang. 

Ia pernah memberlakukan sistem DP sebelum BO. Namun kini ia tak lagi sistem DP. Diminta memberikan nomor rekening pun Fitria tak mau. ”Pernah pakai sistem DP. Malah sepi. Begitu pakai sistem COD ramai lagi. Yaudah sekarang sistem COD terus,” ujarnya.

Bahkan kini ia juga memiliki “papi” sendiri. Itu mengapa Fitria tak mau lagi menge-share nomor whatsapp-nya ke para pelanggan maupun tamu barunya. Komunikasi dengan tamu cukup dengan direct message (DM) via twitter. 

Papinya pasti akan mengecek japri-japri WA tiap kali ketemu. Juga histori panggilan. Bila ada pesan mencurigakan, Ria akan kena marah. Cemburu. Fitria bersedia menjadi cewek simpanan karena disuntik jatah bulanan dengan nominal tak sedikit. 

”Kamu bayangin ya beb, gajinya saja Rp 50 juta per bulan,” jawab cewek cantik itu saat ditanya jatah bulanan yang didapatkan dari si papi. 

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia