Sabtu, 19 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Kuat Bayar Utang Nikahan, Pemuda Ini Nekat Gasak HP dan Uang

05 Januari 2019, 06: 30: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

UNTUK BIAYA NIKAH: Kapolres Kudus AKBP Saptono (dua dari kiri) saat menggelar perkara pencurian HP di mapolres, Kamis (3/1) kemarin.

UNTUK BIAYA NIKAH: Kapolres Kudus AKBP Saptono (dua dari kiri) saat menggelar perkara pencurian HP di mapolres, Kamis (3/1) kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS – Seorang pemuda RT 3/RW 7, Desa Getasrabi, Gebog, Moh Mukhlis Mubarok, 24, mengaku terpaksa membobol Zull Cell, salah satu konter handphone (HP) di Desa Besito. Hal ini dilakukan karena pascanikah ia terlilit hutang.

Dalam aksinya itu, dia berhasil menggasak 11 unit HP baru berbagai merek dan uang tunai Rp 2.200.000. ”Saya terlilit utang banyak untuk biaya nikahan. Lebih dari Rp 10 juta. Saya nyuri HP untuk nyaur utang,” katanya.

Dalam pengakuannya, Mukhlis yang berprofesi sebagai kuli bangunan ini, awalnya sama sekali tak berniat melakukan aksi pencurian tersebut. Dengan wajah sedih, ia menceritakan kronologi pencurian itu.

Saat itu, Rabu (12/12/2018) malam ia berniat berangkat kerja ke Semarang. Dengan mengendarai sepeda motor Vario bernomor polisi (nopol) K 2825 ZK, ia melaju dari rumahnya menuju ke Kota Atlas.

”Saat sampai di Demak, sekitar pukul 20.00 saya dikabari teman-teman kalau mereka tidak jadi berangkat, karena Semarang banjir. Setelah dapat kabar itu, saya langsung putar balik pulang,” jelasnya saat gelar perkara di Mapolres Kudus kemarin.

Namun, ternyata Mukhlis tak langsung pulang ke rumah. Saat sampai di Desa Klumpit, Gebog, ia berhenti di sebuah gubuk untuk istirahat sebentar. Namun ia ketiduran hingga pukul 02.00.

Setelah bangun, dia berniat untuk balik ke rumah. Niat Muklis berubah ketika melewati konter di Desa Besito. Melihat konter dalam keadaan sepi, akhirnya niat jahat terlintas. ”Saya sempat melewati (konter), tapi jalan terus sampai lapangan Besito. Kemudian saya putar balik lagi ke konter,” ujarnya.

Saat sampai di konter itu, Muklis tak langsung melancarkan aksinya. Ia sempat berdiam diri selama hampir 30 menit di lahan kosong sebelah konter. Ia berdiam sambil mengamati situasi. Setelah dirasa aman, tersangka langsung naik pagar melalui samping selatan konter. Dia pun menjebol esbes dan plafon.

”Saya mencongkel etalase dengan drei. Setelah terbuka, 11 HP yang ada di dalam etalase saya masukkan ke tas saya,” ujarnya.

Tak hanya 11 unit HP yang digasak. Uang Rp 500 ribu yang terletak di atas meja pun tak ketinggalan disapu. Setelah berhasil menggasak barang-barang di konter itu, ia keluar dengan cara yang sama.

Setelah itu, ia tak langsung pulang. Mukhlis justru kembali ke gubuk tempat istirahatnya tadi untuk mengecek barang-barang hasil jarahannya. Setelah itu ia baru pulang ke rumah.

Dari 11 unit HP yang berhasil dicuri, Muklis sudah berhasil menjual dua unit melalui Facebook. Ia memasarkan dengan harga murah. ”Saya tak kenal siapa yang membeli. Pokoknya setelah harga cocok saya COD-an (bertemu pembeli, Red). Dari hasil penjualan saya sudah mendapatkan uang Rp 5,3 juta,” paparnya.

Meskipun niat awal ia ingin menggunakan uang hasil kejahatannya itu untuk membayar utang, namun hingga sekarang utang tersebut belum terbayar. Justru aksi jahatnya itu tercium polisi. Hingga pada Sabtu (22/12/2018) lalu ia dibekuk polisi di kediamannya.

Kapolres Kudus AKBP Saptono didampingi Kasat Reskrim AKP Rismanto, menjelaskan, selain tersangka polisi juga mengamankan barang bukti berupa sembilan HP berbagai merek. Juga uang tunai Rp 2.200.000, satu unit sepeda motor Honda Vario merah tahun 2008 bernopol K 2825 ZK, satu tanggem, dan satu obeng taspen.

Sebilan HP tersebut, meliputi dua unit merek Micromax Canvas enam warna champagne, satu unit HP merek Vivo Y81 hitam, satu unit Samsung Galaxy J6 hitam, satu unit merek Oppo A3S merah, satu unit merek Samsung Galaxy J2 core hitam, satu unit merek Lava Iris 65 hitam, satu unit Lava Iris 88 grey, dan satu unit Novo VI Note gold.

”Tersangka mengaku baru kali pertama mencuri. Atas perbuatannya ini, tersangka dijerat Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” terangnya.

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia