Sabtu, 19 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Features
Lestari Moerdijat, Survivor Kanker Payudara

Sediakan Ambulans Gratis, Berangkatkan Warga Ziarah

05 Januari 2019, 08: 10: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat (DOK. PRIBADI)

Lestari Moerdijat sudah didiagnosa mengidap kanker payudara. Namun, hal itu tak menyurutkan semangatnya berkegiatan sosial. Seperti menyediakan ambulans gratis bagi warga yang membutuhkan, pelatihan rias bagi ibu-ibu, dan memberangkatkan wisata rohani gratis.

M Khoirul Anwar, Jepara

BEBERAPA bus berkapasitas 60 penumpang terparkir rapi di depan Masjid Astana Mantingan. Puluhan warga yang didominasi ibu-ibu turun dari bus itu. Di bagian samping bus terdapat gambar wajah  Lestari Moerdijat, Survivor Kanker Payudara yang Aktif di Kegiatan Sosial.

Bus tersebut memberangkatkan warga Jepara ziarah ke makam-makam wali. Kegiatan ini, tak lain atas inisiatif Lestari Moedjirat.

Sosok yang akrab di panggil Mbak Rerie ini, sekarang menjabat sebagai wakil ketua Media Group dan Presiden Direktur Media Indonesia. Di bidang sosial, dia menjabat sebagai Dewan Pembina Yayasan Sukma yang mengelola beberapa sekolah di Bireun, Pidie, dan Lhokseumawe.

Rerie juga aktif dalam dunia politik dengan menjadi salah satu pendiri dan sekaligus menjabat sebagai Korwil Partai Nasdem Jateng-DIJ. Selain itu, Rerie merupakan survivor kanker payudara. Pada 2016 lalu, dia didiagnosa mengidap kanker payudara HER2-positif.

Vonis tersebut diterimanya saat menginjak usia 49 tahun. Tepatnya pada 7 November 2016 lalu. Mengetahui bahwa dia mengidap kanker payudara. Dia langsung menjadwalkan operasi pengangkatan kanker payudara di Singapura. Kecepatan dan ketepatan merupakan yang membuat Rerie kuat menjalani serangkaian operasi hingga kemoterapi.

Di berbagai kesempatan, Rerie juga berbagi pengalaman tentang perjuangannya melawan kanker payudara kepada para penderita untuk memberi semangat. ”Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang dapat diatasi. Jangan pernah takut untuk melakukan deteksi dini. Juga melakukan pemeriksaan diri ke dokter,” katanya.

Tidak hanya peduli dalam bidang kesehatan, Dewan Pembina Sahabat Lestari ini, juga peduli dengan penampilan. Khususnya perempuan. Untuk itu, Komunitas Sahabat Lestari bersama produk kosmetik dan salon di Jepara mengadakan pelatihan make up dan hijab di beberapa daerah di Kota Ukir.

Acara ”Cantik Soleha” yang diprakarsai Mbak Rerie itu, digelar setiap satu pekan sekali ini, untuk mengajak para kaum perempuan mandiri dengan tampil cantik dan soleha. Diikuti sedikitnya 110 perempuan dari berbagai desa di Jepara setiap pelaksanaan.

”Pemberdayaan perempuan perlu difasilitasi kegiatan yang menarik. Teman saya Adies Adelia yang juga aktris ibu kota turut berpartisipasi dan berbaur dengan masyarakat," katanya.

Selain itu, dia juga membuat kegiatan ziarah wali bagi warga Jepara, Kudus, dan Demak.
Kegiatan tersebut, bertujuan meningkatkan ketaqwaan untuk selalu mengingat kematian dan lebih semangat dalam menjalankan ibadah. Selain itu, sekaligus untuk napak tilas sejarah mengenai para wali yang menjadi pelopor agama Islam di nusantara.

”Kegiatan ini juga mengingatkan kepada peserta, bahwa hanya amal ibadah kepada Allah dan sesama manusia lah yang kelak senantiasa menyertai,” tutur sosok yang lahir di Surabaya, 30 November 1967 ini.

Belum lama ini, Sahabat Lestari melakukan peluncuran tiga unit ambulans gratis untuk warga Demak, Kudus, dan Jepara. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan acara training of trainer (TOT) Gerakan Ibu Sadari (periksa payudara sendiri). Kegiatan ini, hasil kerja sama Sahabat Lestari dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Millenial Goes Pink (MGP).

Ambulans tersebut hadir dan diluncurkan atas inisiasi Mbak Rerie. Ambulans gratis Sahabat Lestari hadir dikarenakan minimnya ketersediaan ambulans yang bisa dipakai oleh masyarakat umum secara gratis. Terutama yang bisa dipakai untuk mengantar orang sakit.

Ambulans Sahabat Lestari ditujukan menjadi angkutan gratis dan nyaman yang bisa menjadi sahabat bagi para pasien yang membutuhkan. Bisa dikontak 24 jam. Jika tidak dipakai, tiga unit ambulans itu setiap hari akan siap berkeliling ke desa-desa di seluruh Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara. Tujuannya, melayani pasien yang membutuhkan.

”Peluncuran ambulans Sahabat Lestari merupakan sebuah terobosan bagus dalam membantu pasien kurang mampu. Terutama penderita kanker yang mempunyai jadwal berobat secara berkala ke rumah sakit,” ujarnya.

Selain aktif di berbagai kegiatan sosial, dia juga salah satu founder Perhimpunan Philanthropy Indonesia (Indonesia Philanthropy Association) 2007-2011. Kini, dia juga menjabat sebagai Dewan Pembina Sahabat Lestari yang merupakan bagian dari Yayasan Darma Bakti Lestari. Di bidang pendidikan, Rerie ikut berperan aktif membantu pendidikan anak negeri melalui Yayasan Sukma sejak 2007 hingga sekarang. 

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia