Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

279 Wisatawan Tertahan di Karimunjawa, Terpaksa Carter Pesawat

Ditarif Rp 1,6 Juta Per Orang

03 Januari 2019, 22: 38: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

279 Wisatawan Tertahan di Karimunjawa, Terpaksa Carter Pesawat

JEPARA Sebanyak 279 wisatawan masih tertahan di Karimunjawa hingga kemarin. Para wisatawan itu datang pada 28 dan 29 Desember 2018. Mereka seharusnya bertolak dari Karimunjawa pada 30 Desember 2018. Pasalnya penyeberangan kapal belum diberikan lampu hijau Syahbandar Jepara. Itu akibat cuaca buruk.

Diberitakan sebelumnya Syahbandar melarang seluruh angkutan laut tidak berlayar sejak Minggu (30/12). Tidak dikeluarkan izin berlayar atau surat persetujuan berlayar (SPB) karena gelombang di Laut Jawa (termasuk perairan Jepara-Karimunjawa) ketinggiannya mencapai 2,5-3 meter. Kecepatan angin 5-30 knot. Kenyataannya, gelombang di lapangan mencapai lebih dari 3 meter.

Camat Karimunjawa S. Karnanejeng R. mengungkapkan, memastikan kondisi wisatawan saat ini aman. Sementara bertahan di home stay dan hotel tempat menginap wisatawan.

TERBANG: Suasana sebelum penerbangan dari Karimunjawa ke Semarang kemarin. Sebanyak 279 wisatawan tertahan di Karimunjawa akibat cuaca buruk.

TERBANG: Suasana sebelum penerbangan dari Karimunjawa ke Semarang kemarin. Sebanyak 279 wisatawan tertahan di Karimunjawa akibat cuaca buruk. (SRIANTO FOR RADAR KUDUS)

"Kalau saat ini. Sementara mereka masih dikoordinasi biro perjalanan yang memberangkatkan wisatawan. Mereka masih tinggal di hotel," katanya.

Jumlah tersebut, katanya berkurang karena ada jadwal penerbangan dari Bandara Dewadaru Karimunjawa ke Semarang kemarin. "Berkurang hari ini (kemarin, Red), karena ada penerbangan," katanya.

Penerbangan tersebut, dijelaskan atas instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Penerbangan itu menggunakan sistem carter. Karena kemarin tidak ada jadwal reguler. Pihak maskapai Wings Air bersedia membantu wisatawan yang tertahan di Karimunjawa supaya kembali ke darat.

Namun harga tiket tiap orangnya tidak seperti reguler. Jika penerbangan reguler, Rp 460 ribu. Sedangkan charter Rp 1,6 juta. Sehingga tidak semua wisatawan bersedia naik pesawat meninggalkan Karimunjawa. “Sekitar 50 wisatawan yang ikut dari 60 kapasitas pesawat. Dilanjutkan keesokan harinya. Memang hanya wisatawan yang mampu dan mau saja,” katanya.

Dia menambahkan, penutupan penyeberangan dari Pelabuhan Kartini menuju Karimunjawa, atau sebaliknya terjadi sejak 30 Desember 2018. Penutupan tersebut lantaran gelombang tinggi yang terjadi di perairan utara Jawa. "Termasuk perairan di utara Jepara," tuturnya.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Syahbandar Jepara Sutarto membenarkan jika penyeberangan ditutup. Hal itu karena tingginya gelombang sampai 2,5 meter. Sedangkan kecepatan angin 5 sampai 30 knot.

"Masih belum kondusif gelombang dan kecepatan angin. Sehingga penyeberangan ditunda," kata dia.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia