Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Empat Sindikat Pemalsu BPKB Diringkus Polisi, Begini Modusnya

01 Januari 2019, 21: 38: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

MENUNJUKKAN: Kapolres  Grobogan AKBP Choiron El Atiq menunjukkan stempel palsu buatan pelaku pemalsuan BKPB.

MENUNJUKKAN: Kapolres  Grobogan AKBP Choiron El Atiq menunjukkan stempel palsu buatan pelaku pemalsuan BKPB. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

PURWODADI Jajaran Sat Reskrim Polres Grobogan berhasil meringkus jaringan pemalsuan BPKB. Keempat pelaku yang diringkus yaitu Abu Ndorin, 33, Wahyu Pramono, 32, Sugianto, 41, dan Siti Chotijah, 41.

Awalnya petugas mendapatkan laporan dari pengurus KSP Bina Raharja yang merasa curiga dengan jaminan BPKB salah satu nomer polisi (nopol), yang digunakan pelaku sebagai anggunan tersebut.

Karena curiga, KSP tersebut melapor ke Polres Grobogan dan selanjutnya dilakukan pengecekan BPKB. Ternyata, BPKB tersebut diduga palsu. Petugas langsung ke lapangan utuk melakukan klarifikasi pada pihak yang menjamin BKPB tersebut untuk mengetahui asal usul BKPB tersebut.

”Petugas langsung melakukan pengembangan ke salah satu pelaku, Siti Chotijah. Selanjutnya tim Opsnal Sat Reskrim dan Subdit III Jatanras Krimum Polda Jateng melakukan penangkapan keempat pelaku tersebut,” tegas Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq.

Dari keterangan, pelaku mengajukan anggunan di beberapa KSP yang ada di Grobogan, Pati, Jepara, dan Kudus. Untuk Grobogan ada empat tempat yakni KSP Graha Mandiri Wirosari dengan enam BKPB. KSP Ben Silatu dengan dua BKPB, KSP Bina Raharja satu BPKB, dan KSP Artha Bahana dengan satu BKPB.

”Modus pelaku yaitu membeli BPKB asli kendaraan bekas yang tidak terpakai seharga Rp 400 ribu, kemudian diambil halaman 18-21 diisi sesuai dengan fisik kendaraan kemudian ditempel di halaman 1-4. Setelah jadi, pelaku gunakan sebagai anggunan pinjaman di beberapa KSP,” jelasnya.

Diungkapkan, ada sekitar 25-30 BPKB yang diamankan. Kerugian untuk empat KSP yang ada di Grobogan mencapai Rp 80 juta. Sebab setiap BPKB beragam nominalnya, ada yang Rp 10 juta hingga Rp 40 juta.

”Kami mengimbau kepada KSP maupun lembaga keuangan mikro (BMT) lain untuk lebih berhati-hati. Terlebih berkaitan dengan surat-surat seperti BKPB. Kalau memang ragu dengan keasliannya, silakan koreksi dengan pihak reskrim dan lantas Polres Grobogan untuk mengecek keasliannya,” paparnya.

Dijelaskan salah satu pelaku, Sugianto, 41, mereka sudah menjalankan aksinya selama setahun ini. Ada sekitar 10 BPKB di empat KSP di Kabupaten Grobogan yang telah dimasuki. ”Kalau setiap ada yang pesan, saya baru membuatnya. Satu pembuatan BPKB seharga Rp 1,8 juta. Sedangkan agunan mencapai Rp 10 juta hingga Rp 40 juta. Kami membuatnya hanya membutuhkan peralatan laptop, printer dan sampel palsu,” ungkapnya.

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia