Sabtu, 19 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Sempat Longsor, Tanggul Sungai SWD II Akhirnya Jebol

26 Desember 2018, 23: 29: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

JEBOL JUGA: Tanggul SWD II Welahan jebol selebar lima meter kemarin, setelah sempat lonsor pada Minggu (23/12) malam lalu.

JEBOL JUGA: Tanggul SWD II Welahan jebol selebar lima meter kemarin, setelah sempat lonsor pada Minggu (23/12) malam lalu. (BPBD FOR RADAR KUDUS)

JEPARA – Tanggul Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II di perbatasan Desa Ketilengsingolelo dan Desa/Kecamatan Welahan akhirnya jebol kemarin pagi. Setelah pada Minggu (23/12) malam terjadi longsoran tanggul sepanjang tiga meter.

Jebolnya tanggul kemarin selebar lima meter. Gerusan air yang mengalir dari irigasi sawah menuju SWD membuat tanah tanggul terbawa air. Sehingga longsoran sebelumnya semakin meluas. Jebolnya tanggul belum berdampak pada lahan sawah milik warga. Karena pintu air pada tanggul yang jebol masih berfungsi dengan baik.

Intensitas hujan yang tinggi membuat tanah tanggul terbawa aliran air. ”Jika aliran air sungai mengalir deras kemudian menggerus tanggul. Itu yang berbahaya. Lebar tanggul yang jebol semakin meluas. Akibatnya bisa tidak terkontrol air yang mengaliri sawah. Sementara aman karena jebol tepat di atas pintu air,” papar Koordinator SAR wilayah Welahan Muhsinin.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto secara langsung melaporkan kepada gubernur Jateng melalui BPBD Provinsi Jateng. ”Kami langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jratun Seluna untuk menangani kejadian ini. Rencananya segera dikirim alat berat,” paparnya.

Pihaknya juga membantu 2.000 sak untuk persiapan penanganan tanggul jebol yang ditempatkan di kantor Kecamatan Welahan.

Seperti diberitakan sebelumnya, tanggul SWD II mengalami longsoran tanah yang mengakibatkan beberapa retakan. Retakan ada pada bagian samping tanggul. Lebarnya tiga meter di bagian barat dan timur pintu air. Longsoran tanah selebar satu meter juga terjadi di lokasi tersebut. Adapun panjangnya sekitar tiga meter.

Kepala Desa Welahan HM. Sumarno, mengatakan, selama setahun sudah tiga kali terjadi longsoran pada tanggul. Menjadi empat kali setelah jebol kemarin. Terhitung pada 19 Desember 2017 tanggul ambrol lima meter. Kemudian diperbaiki secara manual oleh warga. Namun kembali terjadi longsoran satu meter pada 2 Januari 2017.

Oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jratun Seluna, kemudian diperbaiki menggunakan alat berat. Bahkan, pintu air pada tanggul tersebut juga sudah diperbaiki. Tapi, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Jepara pada Minggu (23/12) lalu. Sehingga menyebabkan tanggul kembali longsor kemudian jebol kemarin.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia