Sabtu, 19 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Bekuk Komplotan Curanmor Lintas Provinsi, 1 Pelaku Masih Buron

22 Desember 2018, 10: 11: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

BARANG BUKTI: Kapolres Blora AKBP Antonius Anang Tri Kuswindarto menggiring pelaku curanmor untuk menunjukkan sepeda motor hasil curiannya.

BARANG BUKTI: Kapolres Blora AKBP Antonius Anang Tri Kuswindarto menggiring pelaku curanmor untuk menunjukkan sepeda motor hasil curiannya. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

KOTA – Tim Resmob Satreskim Polres Blora berhasil membekuk enam pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor lintas provinsi. Dari tangan pelaku, aparat kepolisian menyita 38 unit sepeda motor dan dua mobil.

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang Tri Kuswindarto menjelaskan, salah satu pelaku merupakan residivis dan penadah hasil curanmor. Satu lagi pelaku masih buron. Modus yang dilakukan para pelaku, dengan menyasar kendaraan bermotor di rumah korban, pertokoan, dan tempat hiburan.

”Semua ada enam pelaku. Satu diantaranya residivis serta ada satu lagi yang masih buron. Identitas sudah kami kantongi,” jelas kapolres kemarin.

Keenam pelaku itu terdiri dari Slamet Haryanto, Suwoto, dan Sutikno. Ketiganya merupakan warga Blora. Ditambah lagi Sunanto warga Purworejo dan Kristian asal Bojonegoro. Satu lagi merupakan seorang penadah bernama Sugito warga Probolinggo. Beberapa pelaku merupakan pemain lama dan sudah empat kali masuk penjara karena kasus curanmor.

Kapolres menjelaskan, dari hasil keterangan para pelaku, setidaknya sudah melakukan aksi curanmor sebanyak 63 kali. Rinciannya di wilayah hukum Polres Blora 18 TKP,  Pati 10 TKP, Kudus 20 TKP, dan Bojonegoro 15 TKP.

Dalam melancarkan aksinya, mereka tidak sendiri. Melainkan berkelompok. Para palaku bergerak melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas provinsi dan lintas kabupaten. Dalam aksinya mereka menggunakan kunci T.

AKBP Antonius Anang Tri Kuswindarto menambahkan, sebagian barang bukti yang ada  sudah diserahkan ke pemilik. Beberapa barang bukti lain diserahkan ke Polres Bojonegoro. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku memdekam di sel tahanan Polres Blora dan terancam pasal 363 KUHP dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia