Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Dari Kepo Dapat Biaya Penelitian Masyarakat Sedulur Sikep

21 Desember 2018, 22: 45: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

Hikmah Mutiaraning Arsati

Hikmah Mutiaraning Arsati (DOK PRIBADI)

DUNIA mahasiswa memang menyajikan banyak cerita. Setelah seorang pelajar lulus dari SMA akan ada yang memutuskan untuk berhijrah menuju ke pendidikan yang lebih tinggi, universitas.

Menjadi mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengasah otak di kelas, tetapi mereka harus mampu mengasah soft skill dan kreativitas agar dapat mengaplikasikan ilmunya di masyarakat luas. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengasah soft skill dan kreativitas, misalnya bisa ikut organisasi kampus, komunitas, atau penelitian.

Seperti yang dilakukan oleh Hikmah Mutiaraning Arsati, seorang mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang melakukan penelitian pada masyarakat Sedulur Sikep di Pati. Berawal dari pernah berkunjung di perkampungan masyarakat Sedulur Sikep di Blora, membuat gadis berusia 22 tahun ini, merasa bergairah mengulik kehidupan Sedulur Sikep lebih dalam. Menurutnya kelompok masyarakat ini memiliki tata cara kehidupan yang menarik. Baik itu dari segi berpakaian sampai nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan.

Setelah berkunjung di perkampungan Sedulur Sikep Blora, mahasiswi yang akrab dipanggil Tiara ini, membeli buku yang mengulas tentang masyarakat sedulur sikep karena ingin tahu lebih lanjut.

”Dulu awalnya pernah datang ke perkampungan Sedulur Sikep yang di Blora. Habis itu penasaran, lalu beli buku tentang Sedulur Sikep” ujar gadis kelahiran Pati, 14 November 1996 ini.

Di semester V, ia mendapatkan tugas kualitatif dari dosennya. Sebab, sudah pernah mendapatkan ide. Ia lalu memutuskan untuk mengangkat tema ”Sedulur Sikep” sebagai bahan untuk tugasnya. Tak disangka, tema tugasnya ini mendapatkan perhatian dari dosennya.

Sang dosen pun menyarankan dan mengajukan tema penelitiannya untuk ikut Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Karena mendapatkan suport, Tiara dan dua orang rekannya semakin semangat untuk menyusun proposal penelitian. Alhasil proposal penelitian berhasil diselesaikan. Tidak cukup sampai di situ, Tiara dan timnya juga lolos beberapa tahap seleksi sampai mendapatkan dana pengembangan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

”Ya terus pas semester V itu dapat tugas kualitatif. Terus diajukan jadi PKM. Ternyata lolos seleksi jurusan, seleksi fakultas, seleksi universitas, sampai ke Dikti dan dapat dana untuk pengembangan” ujar gadis yang juga hobi membaca dan menulis ini.

Setelah itu, mereka pun melanjutkan penelitian. Tetapi setelah penelitian selesai, mereka tidak lolos dalam tahap selanjutnya. Namun, hal ini tidak mematahkan semangat Tiara untuk meneliti tentang Sedulur Sikep. Saat ini, ia melanjutkan penelitian tersebut menjadi skripsi untuk mendapatkan gelar S.Psi.

”Ya nggak nyangka sih dari sekadar kepo (ingin tahu, Red) terus malah bisa jadi PKM,” kata mahasiswi yang bercita-cita jadi psikolog sosial itu. (vah)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia