Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Features
Kartini Dewantari, Direktur Puspaga Samara

Sosialisasi ke Rumah-Rumah, Berhasil Tekan Penikahan Dini

20 Desember 2018, 23: 30: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

TEROBOSAN:Kartini Dewantari menunjukkan buku Tumbuh Kembang Remaja kemarin.

TEROBOSAN:Kartini Dewantari menunjukkan buku Tumbuh Kembang Remaja kemarin. (DOC. FOR RADAR KUDUS)

Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Samara (Sakinah Mawadah dan Warohmah) Kabupaten Rembang baru saja mendapatkan penghargaan. Penghargaan diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Di balik prestasi ini tidak lepas sosok Kartini Dewantari, perannya sebagai direktur yang turut mengawal program.

WISNU AJI, Rembang

HADIRNYA Puspaga Samara memberi warna tersendiri di Kota Garam. Pasalnya lewat program yang dijalankan banyak hal positif yang berhasil dicapai. Misalnya dalam menekan kasus pernikahan anak.

Semua ini tidak lepas gencarnya sosialisasi organisasi itu. Caranya dengan memberikan edukasi kepada calon pengantin ataupun orang tuanya. Langkah yang ditempuh cukup jitu. Itu diukur rata-rata mereka berkenan menunda pernikahan.

Selain itu, Kartini –panggilan akrab Kartini Dewantari - turut melakukan terobosan. Salah satunya memanfaatkan Buku yang berjudul Tumbuh Kembang Remaja. Langkah ini ditempuh untuk mengetahui fase-fase maupun peran serta orang tua. Secara garis besar program inilah yang dijalankan di bawah komando Kartini Dewantari beserta jajarannya. Kegiatannya juga didukung dukungan Dinsos PPKB Rembang dan Bappeda Rembang.

Kartini menyampaikan, program bukunya telah dijalankan di sekolah. Kebetulan yang dijadikan pilot project untuk penerapan buku yang ia gunakan Pancur, Kaliori, dan Sulang.

”Dalam penerapan program itu ia tidak sendirian. Saya kerja sama dengan tenaga pendidik terkait. Salah satunya guru BK,” katanya.

Menurutnya, buku ini diluncurkan sebagai panduan untuk remaja. Di mana isinya ada fase-fase dan peran serta peran orang tua. ”Untuk implementasikan buku, kami harus langsung terjun lapangan. Karena kami harus ketemu orang tua dan anak,”terangnya.

Dari situ pihak Kartini melakukan penelitian. Utamanya seberapa buku tumbuh kembang yang diluncurkan. Lalu seberapa besar manfaat adanya buku tersebut.

Tentunya, lanjutnya, Puspaga Samara kerja sama dengan Dinsos PPKB Kabupaten Rembang. Untuk menindaklanjuti program yang sudah direncanakan sejak berdirinya 2016.

”Untuk mengenalkan program, kami tak hanya terjun di rumah-rumah. Gencar sosialisasi lewat acara car free day.  Termasuk mengajak kerja sama guru BK,” paparnya.

Menurutnya buku yang digagas memang sangat penting. Pertama untuk membantu peran serta guru BK. Selain itu melengkapi buku tumbuh kembang anak, sehingga cakupannya lebih komplet.

Makanya, lanjutnya, untuk implementasi paling mudah dengan guru BK. Karena mereka bertemu langsung dengan anak-anak. Jadinya panduan ini diharapkan sebagai media komunikasi antara anak dan orang tua.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia