Senin, 21 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Ini Yang Dilakukan DPC PPP Jepara Gaet Pemilih Muda Tangkal Hoaks

18 Desember 2018, 18: 59: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

FOTO BERSAMA: Pemateri seminar politik peran pemuda dalam politik untuk melawan isu politik hoaks bersama panitia di aula DPC PPP Jepara, Minggu (16/12) kemarin.

FOTO BERSAMA: Pemateri seminar politik peran pemuda dalam politik untuk melawan isu politik hoaks bersama panitia di aula DPC PPP Jepara, Minggu (16/12) kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

KOTA – Puluhan kader muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jepara antusias mengikuti seminar politik di Gedung DPC PPP Jepara, Minggu (16/12) kemarin.  Dalam seminar tersebut para kader muda diberikan materi terkait peran pemuda dalam politik untuk melawan isu politik hoaks.

Hadir sebagai narasumber seminar tersebut adalah pengurus Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Tengah Muhammad Naryoko dan Komisioner KPU Jepara 2013-2018 M. Haidar Fitri. Kagiatan tersebut juga dihadiri pengurus DPC PPP Jepara, Nur Fuad.

Dalam sambutannya Fuad berharap peran kader muda dalam meraup suara PPP di Jepara. Juga untuk menyumbang suara secara nasional. “Tidak bisa dipungkiri peta persaingan politik saat ini tergantung pada kemampuan partai menggaet suara anak muda. Jadi kegiatan ini bagian dari upaya kami,” paparnya.

Ketua panitia, Fitria Hasanah memaparkan pemilu 2019 mendatang 55 persen lebih didominasi pemilih muda. Sehingga dibutuhkan strategi khusus untuk memenangkan pemilu. Salah satunya menggandeng para pemuda. “Dengan basis kader muda, dari sembilan kursi di DPRD Jepara kami targetkan untuk kemenangan PPP 12 kursi di pemilu mendatang. Untuk menguatkan itu kami ingin kader muda ini tidak mudah terpengaruh dengan hoaks,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Muhammad Naryoko menyampaikan pentingnya sosok milenial dalam partai. Karena tantangan ke depan bagaimana mendengarkan aspirasi generasi muda yang mendominasi jumlah pemilih. PPP sudah memberikan bukti dengan mewadahi kaum muda. “Ketua umum kita pemuda. Meski Gus Romy sebagai santri tapi suka musik, penampilannya kekinian. Begitu pula Ketua DPC Jepara Gus Yasin menjadi Wagub Jateng di usia 35 tahun. Spirit baru anak muda milenial santri mampu menjadi tonggak perubahan zaman,” ujarnya.

Setelah masuk dunia politik pemuda kemudian tidak bisa begitu saja dibawa isu politik hoaks.

Dengan memanfaatkan media sosial diharapkan kader muda partai bisa menangkal setiap isu politik hoaks. Tentu dengan narasi yang didasarkan pada fakta di lapangan.

Sedangkan Muhammad Haidar Fitri menekankan untuk membangun demokrasi tanpa hoaks. Hal ini bisa diterapkan dengan kaderisasi yang baik. Para pemuda bisa menjadi bagian pembangun demokrasi anti hoaks.

”Tipe partai dan kader yang menyebar hoaks dijauhi pemilih. Oh ternyata kader partai A suka bohong. Orientasinya hanya kekuasaan belaka. Maka pemuda ini bisa berperan membangun tipe partai yang anti hoaks,” tandasnya.

(ks/him/war/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia