Rabu, 20 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Penjelasan Kapolres soal Meninggalnya Tahanan Titipan di Rutan

18 Desember 2018, 17: 32: 04 WIB | editor : Ali Mustofa

BERKUNJUNG: Suasana pintu masuk Rutan Kelas II B Rembang kemarin.

BERKUNJUNG: Suasana pintu masuk Rutan Kelas II B Rembang kemarin. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

REMBANG – Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso menyatakan, meninggalnya tahanan titipan di Rutan Kelas II B Rembang, Solikan pada Sabtu (15/12) lalu karena terjatuh. Kemarin, kapolres memberikan klarifikasi mengenai kronologi meninggalnya Solikan. Dia merupakan warga RT 8/RW 2, Desa/Kecamatan Mejobo, Kudus.

”Pukul 06.30 (Sabtu pagi), Solikan meminta teman sekamar mengantar ke kamar mandi untuk mandi. Setelah itu dituntun kembali ke kamar selnya, memakai celana pendek, dan kemudian terjatuh, lalu pingsan,” katanya kemarin yang menyebut keterangan tersebut berdasar teman satu sel Solikan.

Tak lama setelah Solikan pingsan, petugas medis datang membawa ambulans dan membawanya ke RSUD dr. R. Soetrasno. Sesampai di RSUD, dokter medis menyatakan sudah meninggal dunia pada saat perjalanan.

Kapolres menyebut, ada luka koreng di pergelangan tangan dan pergelangan kaki agak mengering di tubuhnya. Dan, dia memastikan penitipan tahanan di Rutan Kelas II B Rembang sudah sesuai prosedur.

”Sejauh ini sudah sesuai SOP. Untuk para tersangka yang ditahan di Rutan Polres, setiap hari diperiksa kesehatan oleh petugas medis Polres yang meliputi tensi dan detak jantung,” katanya. Selain itu, juga diberikan vitamin dan obat bila ada keluhan sakit dari para tersangka.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II B Rembang Ruspriyatno, menyatakan, tidak menyanggah sekaligus tidak membenarkan mengenai tewasnya seorang tahanan titipan Polres Rembang pada Sabtu (15/12). Saat dikonfirmasi kemarin, Ruspriyatno justru bertanya balik mengenai sumber informasi tewasnya tahanan asal Mejobo, Kudus tersebut. ”Info dari mana, Mas? Suwun,” katanya kemarin.

Saat ditanya mengenai pengawasan di Rutan Kelas II B Rembang, Ruspriyatno juga masih tetap berkutat pada sumber informasi yang didapatkan koran ini. Dia menyatakan suasana di Rutan II B Rembang baik-baik saja. ”Tidak ada laporan, tiba-tiba ada info itu. Sumber infonya dari mana?” tanyanya.

Tetapi ketika ditegaskan apakah pihaknya membantah adanya tahanan titipan Polres Rembang yang meninggal di rutan, Ruspriyatno tak membantah tapi juga tak membenarkan.

Sementara itu, Humas RSUD dr R. Soetrasno Rembang Zaenal Abidin, menegaskan, meninggalnya tahanan itu tidak ada tanda-tanda kekerasan. ”Sudah meninggal saat dibawa ke rumah sakit. Tidak ada tanda-tanda kekerasan,” katanya kemarin.

Namun, saat ditanya apakah ada busa di mulut korban, Zaenal mengaku tidak tahu. Sebab, harus berdasarkan konfirmasi dokter yang menangani. Pihaknya juga menyebut tidak ada penyakit khusus yang diderita korban. ”Tidak ada. Datang ke sini sudah meninggal. Belum sampai pemeriksaan,” tambahnya.

(ks/ful/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia