Senin, 21 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Dindukcapil Rembang Amankan Tujuh Karung E-KTP, Begini Alasannya

16 Desember 2018, 20: 16: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

DIAMANKAN: Petugas Dindukcapil menunjukkan E-KTP yang diamankan dengan berbagai faktor kerusakan kemarin.

DIAMANKAN: Petugas Dindukcapil menunjukkan E-KTP yang diamankan dengan berbagai faktor kerusakan kemarin. (DINDUKCAPIL For RADAR KUDUS)

REMBANG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang pekan ini tengah fokus penghapusan E-KTP. Saat ini sudah ada enam karung yang telah diamankan. Dengan berbagai faktor kerusakan, seperti mengelupas dan ganti data.

Kepala Dindukcapil Rembang Daenuri, menyampaikan, sesuai rencana enam karung yang diamankan akan dimusnahkan pekan depan. Nantinya penghapusan akan dibarengkan dokumen kependudukan dari kecamatan.

”Terkait E-KTP yang rusak sudah kita laporkan ke Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri). Untuk rencananya akan kami musnahkan pekan depan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Sehubungan dengan rencana pemusnahan, dokumen di kecamatan ataupun desa semuanya akan ditarik. ”Pemusnahan akan dilakukan bersama-sama. Sehingga tidak menjadi bahan bergunjingan masyarakat,” terangnya.

Karena antara tahun 2011-2013 KTP terkirim di Jakarta langsung ke kecamatan. Dengan kata tidak langsung di Dindukcapil. Jadinya semua bentuk dokumen kependudukan yang tersisa di kecamatan ataupun desa-desa untuk diserahkan.

Terkait rencana pemusanahan E-KTP sudah diperiksa satreskrim. Beberapa sudah digunting atau dilubangi. Sehingga kalau ada yang ingin mengkopi jelas akan kelihatan fisiknya.

”Kalau angka pastinya belum saya hitung. Sebab, dua sampai tiga hari mencapai satu sak. Ada yang ramai-ramai pindah RT atau RW, datang atau pergi, dan nikah atau cerai,” paparnya.

Selain pemusnahan, Dindukcapil juga fokus pembuatan E-KTP baru. Karena dari 21 ribu surat keterangan (suket) yang dibuat namun belum dicetak. Tetapi status pemohon sudah melakukan perekaman.

Namun masyarakat perlu bersabar. Sebab, saat ini lagi-lagi blangko E-KTP habis. Setelah sebelumnya mendapatkan 5 ribu blangko, tetapi hanya bertahan sampai sebulan.

”Saat ini yang belum perekaman sekitar 18 ribu wajib ber-KTP. Sedangkan yang sudah ber E-KTP ada 493 ribu dari total pendudukan Rembang 633 ribu. Dengan kata lain sudah mendekati 99 persen kepemilikan E-KTP,” imbuhnya. 

(ks/noe/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia