Selasa, 19 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Features
Nugrahani Cendekianingrum, Atlet Yong Moodo

Jadi Anggota TNI Berbuah Prestasi

16 Desember 2018, 18: 46: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

Nugrahani Cendekianingrum

Nugrahani Cendekianingrum (DOK PRIBADI)

Bagi Letda Chb (K) Nugrahani Cendekianingrum, tak pernah bermimpi menjadi bagian dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Sebab, dia lulus dari Jurusan Teknik Komputer Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun saat anggota TNI, justru langsung mengoleksi prestasi di bidang olahraga bela diri Yong Moodo.

INTAN M SABRINA, Grobogan

 PEREMPUAN bernama Nugrahani Cendekianingrum ini, menjalani pendidikan seperti rekan-rekannya pada umumnya. Ia memilih melanjutkan kuliah setelah lulus sekolah. Tak pernah ada dibenaknya untuk mendaftarkan diri menjadi anggota TNI.

Namun, semua itu berubah ketika pada 2015. Saat ia lulus kuliah dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Teknik Komputer. Awalnya ia masih ingin mencari kerja sesuai jurusan kuliahnya. Ketika tak kunjung mendapatkan pekerjaan, pada 2016 ayahnya menyarankan ia untuk mendaftarkan diri masuk Akademi Militer (Akmil).

Hani –sapaan akrabnya- yang terlahir dari keluarga TNI pun tak keberatan. Saat ada pendaftaran Pendidikan Pertama Perwira (Dikpama) PK di mana jalur masuk TNI yang menggunakan ijazah sarjana. Ia pun langsung mengikuti seleksi tersebut.

”Tak hanya itu, saat itu saya juga mengikuti seleksi KPK. Jadi menunggu hasil dari berbagai tahapan seleksi keduanya ini. Karena kebetulan saya lolos keduanya,” jelas gadis yang beralamat di Jalan Bougenvil, Nomor 5, Sambak Indah, Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, ini.

Berbagai persiapan dilakukan, terlebih fisik. Sebelum tes jasmani, ia melakukan berbagai latihan. Antara lain lari, push up, sit up, chinning, shuttle run, hingga renang 50 meter gaya dada.

Persiapan kesehatan juga dilakukan. Kemudian proporsional badan, kaki, cek THT, gigi, hingga darah dan jantung. Setelah memenuhi segala persyaratan tersebut, akhirnya pada Desember penyeleksian TNI masuk final dan ia dinyatakan lolos.

Sedangkan untuk KPK baru final pada Januari 2017. Tanpa berpikir panjang, Hani langsung tegas mengambil keputusan untuk memilih menjadi bagian dari TNI. Sedangkan ia harus merelakan KPK.

Gadis kelahiran Grobogan, 23 Mei 1993 ini, pun langsung mengikuti pendidikan selama tujuh bulan di Akmil. Kemudian ia ditugaskan di Hubdam XII Tanjungpura Jabatan Perwira Urusan Latihan. Tak ingin kesehariannya monoton, hanya bertugas kemudian pulang ke mes, pada Oktober ia kembali ingin mengembangkan bakat bela dirinya.

Sebelumnya, sejak SMA ia sudah memiliki menggeluti di bidang bela diri taekwondo. Sejak menjadi anggota TNI, ini mulai mengembangkan bela diri menjadi Yong Moodo. Ia mulai aktif latihan pada Oktober ini.

Tak ada kendala yang berarti. Anak ketiga dari empat saudara ini, gigih berlatih setiap harinya. Malah ia melakukan latihan hampir sepekan penuh. Dari pagi, setelah pulang kerja, hingga saat kosong dinas. ”Latihannya ya lari, skipping, push up, sit up, teknik tendangan, bantingan, hingga berbagai teknik tambahan,” ungkapnya.

Selama dua bulan berlatih, Hani mendapatkan kepercayaan dari Pangdam XII Tanjungpura untuk mengikuti Kejurnas Yong Moodo. ”Saat itu benar-benar ekstra latihannya. Apalagi tendangan, saya latihan sekitar tiga pekan dan untuk teknik banting saya berlatih satu bulan,” ujar alumni SMAN 1 Purwodadi ini.

Karena ia tak dapat menolak kemauan atasannya, ia langsung mewakili Provinsi Kalimantan Barat di Kejurnas Yong Moodo Piala Kasad di tahun ini. ”Ini menjadi pertandingan pertama saya. Saya bersyukur meski hanya masuk 16 besar. Saat itu belum mendapatkan juara,” terangnya.

Berbagai kendala ia hadapi, utamanya mengenai berat badan. Karena saat itu beratnya 48-49 kilogram. Sedangkan di yong moodo tidak ada kategori dengan berat tersebut. ”Kalau di karate -50 kilogram putri masih ada. Kalau di yong moodo adanya -55 kilogram putri. Jadi saya peserta paling kecil,” paparnya.

Meski begitu, ia ingin meraih juara. Baru-baru ini, ia mengikuti turnamen se-Provinsi Kalimantan Barat. Ia pun berhasil menjadi juara I. Meski masih di tingkat provinsi, ke depan ia ingin kembali mengikuti turnamen di tingkat nasional.

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia