Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Tegas! Polisi Sita 20 Drum Miras Oplosan Berkedok Pabrik Pupuk

03 Desember 2018, 21: 33: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

GARIS: Rumah produksi miras berkedok pupuk diberi garis polisi

GARIS: Rumah produksi miras berkedok pupuk diberi garis polisi (Vega Ma’arijil Ula / Radar Kudus)

KUDUS – Rumah produksi miras berkedok pupuk di RT III/RW IV, Desa Peganjaran, Bae digerebek Polres Kudus kemarin. Sudah dua bulan rumah itu produksi miras. Mulai September sampai November 2018. Diketahui jika rumah itu dikontrak Juned. Berjangka dua tahun.

Pada Jumat (30/11) sebuah ruko di Kabupaten Kudus digerebek polisi. Ruko tersebut disalahgunakan untuk produksi miras.

Saat Jawa Pos Radar Kudus ke lokasi, pintu rumah tertutup. Kondisi rumah sepi. Pihak kepolisian sudah memberi garis polisi.

Rumah itu setengah jadi. Tembok masih belum diaci, hanya leponan semen. Begitu juga lantai rumah. Sementara atap terbuat dari asbes.

Rumah itu masuk ke gang Gedang Sewu, Desa Peganjaran, Bae. Dari jalan utama Jalan Lingkar Utara Panjang-Singocandi Kudus masuk sekitar 1 kilometer.

Lokasi rumah ini berada di daerah padat penduduk. Samping kanan dan kiri maupun depan belakang terdapat rumah warga. Rumah itu berjarak sekitar delapan meter. Hanya selang satu rumah.

Diketahui pemilik usaha miras oplosan tersebut Juned, warga Prambatan, Kaliwungu. Saat digerebek, pemilik tak ada di tempat. Polisi hanya menemukan pekerja di lokasi kejadian Imam Syafii, warga RT I/RW IV, Desa Peganjaran, Bae, Kudus. Sedangkan rumah yang digunakan usaha tersebut milik Dholib.

Menurut pengakuan ketua RT setempat, Edi Suprapto, sejak pukul 01.00 kemarin, ada orang yang mondar-mandir di depan rumah produksi miras tersebut. “Sepertinya intel dari mapolres,” jelasnya.

Edi menambahkan, sekitar pukul 05.30 mulai ada polisi berdatangan ke rumah produksi berukuran 8x13 meter itu. Kepada wartawan Radar Kudus, Edi mengatakan, ada 15-20 drum warna biru dengan ukuran 25 liter dibawa polisi. Barang haram itu diangkut mobil colt milik pelaku. Pada waktu yang bersamaan Imam Syafii juga digiring oleh aparat kepolisian. ”Pukul 09.00 pikap tersebut mengangkut 15-20 drum warna biru yang berukuran 25 liter ,” jelasnya.

Hal serupa juga diutarakan oleh Saiful Anwar, kepala Dusun Gedang Sewu membenarkan peristiwa itu. Menurut kesaksian Edi dan Saiful, warga sebenarnya sudah curiga. Namun warga belum memiliki bukti-bukti. Sehingga belum berani menggerebek. ”Istri warga sini kan ada yang dari Prambatan, nah pernah melihat Juned juga di rumah pembuatan miras oplosan. Warga akhirnya curiga jangan-jangan pindah bikin miras di sini (Desa Peganjaran, Red). Ternyata malah benar,” ujar Saiful.

Warga juga mengeluhkan bau tidak sedap dari air sumur di pemukiman sekitar rumah produksi miras oplosan. “Saya juga merasakan. Sumur saya baunya tidak enak dan berbusa. Ini saya buat sumur bor baru,” ujar Edi.

Senada dengan Edi, Ipah warga yang rumahnya di samping rumah produksi miras mengatakan, sumurnya tercemar. ”Sumur saya berbusa, bau tidak sedap, dan bewarna hitam,” ujarnya.

Sebelumnya Ipah juga mengetahui kalau pukul 01.00 kemarin ada dua orang naik sepeda motor. Mereka berkeliling di sekitar rumah yang dijadikan pabrik miras oplosan. ”Semalam ada dua orang berbadan kekar muter-muter. Kemudian pukul 05.30 polisi yang datang cukup banyak. Tiga mobil dan sepeda motornya ada 20-an,”imbuhnya.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Rismanto mengakui peristiwa tersebut. ”Pelaku ada dua. Penggerebekan tadi pagi (kemarin, Red),” ujarnya singkat. (vga)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia