Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Cuitan

Berapa Tambah Berapa Sama Dengan Sepuluh

03 Desember 2018, 20: 57: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

Direktur Radar Kudus Baehaqi

Direktur Radar Kudus Baehaqi (RADAR KUDUS)

SAYA tidak pernah membayangkan yang satu ini. Memimpikan juga tidak. Apalagi merencanakannya jauh hari. Mengumpulkan seluruh karyawan dua perusahaan yang saya pimpin dalam satu acara formal. Rapat tahunan.

Kalau itu terjadi, semata-mata spontanitas. Manajer Keuangan Radar Kudus Etty Muyassaroh yang mengusulkan. Pertimbangannya simpel. Biar saya tidak mondar-mandir. Biar juga seluruh karyawan dua perusahaan saling kenal. Kayaknya seru.

Saya setujui begitu saja usulan tersebut. Kebetulan ketika ide saya lempar ke para manajer Radar Kudus dan Radar Semarang, mereka sepakat. Seluruh karyawan juga menyambut dengan semangat. Bagaimana tidak? Acara tahunan ini sekaligus rekreasi di Pegunungan Dieng yang suhunya bisa mencapai nol derajat Celsius. Menjelajah kawah Dieng, kompleks Candi Arjuna, dan Batu Ratapan Angin. Tak lupa membawa oleh-oleh carica, teh Tambi, dan purwoceng.

Alhasil. Dua minggu lalu seluruh karyawan Jawa Pos Radar Kudus dan Radar Semarang berkumpul di Perkebunan Teh Tambi, Wonosobo. Acaranya rapat evaluasi tahun 2018 dan proyeksi 2019. Mereka dalam satu ruang, satu acara, dan satu pimpinan rapat. Kebetulan tidak hujan. Udaranya nyaman. Suhu terendah hanya 16 derajat Celsius. Setelah acara diadakan api unggun sambil ngegame untuk menghangatkan badan.

Acara seperti ini langka. Saya belum pernah melihat di perusahaan lain kecuali yang menyelanggarakan induk perusahaan.  Rapat mesti diselenggarakan oleh masing-masing perusahaan. Kondisi mereka berbeda.  Target perusahaan berbeda, karyawannya berbeda, dan cara kerjanya berbeda. Percapaian hasilnya juga berbeda. Evaluasinya juga mesti tidak sama.

Saya sadar betul hal itu. Bahkan saya pernah membuat status di WattsApp, “Hidup itu bukan 5 + 5 = berapa. Tetapi, berapa + berapa = 10.”  Artinya, untuk mencapai angka sepuluh bisa diperoleh dengan bermacam-macam cara. Bisa 1 + 9, 9 +1, 2 + 8, 3 + 7, dan seterusnya. Bahkan bisa 5 + 5 – 5 + 5. Juga bisa 2 + 4 – 6 + 10 + 10 : 2.

Seorang pimpinan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) menanggapi. “Yes. Tetapkan target dulu baru jabarkan cara mencapainya,” katanya. Cara mencapai itu bisa bermacam-macam. Sangat tergantung dari kondisi karyawan, situasi pasar, dan keadaan perusahaan. Tidak bisa disamakan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.

Seorang pimpinan perusahaan lain yang juga saya kenal mengomentari, sekarang banyak orang yang tidak bisa memainkan logika. Ilmu matematika dipelajari dengan hafalan. Padahal bukan itu maunya. Matematika yang ilmu eksak adalah logika. Angka harus dijabarkan. Apalagi ilmu sosial. Apalagi kehidupan.

Saya pernah ditanya oleh Pemimpin Redaksi Radar Semarang. “Jadi, Pak Baehaqi menerapkan pendekatan dan cara yang berbeda di Radar Semarang dan Radar Kudus?” Saya menjawab dengan tegas betul. Itulah sulitnya mengurus dua perusahaan. Ini beda dengan mengurus grup yang memiliki dua anak perusahaan atau bahkan banyak anak perusahaan.

Radar Semarang memiliki wilayah yang luas. Dua belas kabupaten dan kota. Sedangkan Kudus hanya enam kabupaten. Kantor pusat Radar Semarang di ibu kota propinsi. Sedangkan Radar Kudus di ibu kota kabupaten. Tentu orang-orangnya berbeda. Menurut teman-teman Radar Kudus, karyawan Radar Semarang itu keren-keren. Sedangkan menurut teman-teman Radar Semarang, karyawan Radar Kudus itu memiliki semangat yang tinggi.

Saya tidak mungkin menyamakan kedua perusahaan tersebut. Apalagi menyamakan karyawannya. “Wong pithik sak peterangan wae bedo. Opo meneh menuso. (Ayam satu sarang saja berbeda-beda. Apalagi manusia).” Saya harus menggunakan pendekatan dan cara yang berbeda untuk menghadapi keduanya.

Saya hanya bisa menyatukan norma. Kedua perusahaan tumbuh, mencapai laba, dan bisa menaikkan gaji karyawannya (hehehe). Caranya, saya serahkan kepada para manajer serta para karyawan di kedua perusahaan. Mereka pintar-pintar. Pengalamannya mutakhir. Kehidupannya gaul. Mereka pun sepakat. Be Better Be Greater. (hq@jawapos.co,id)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia