Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Pemkab Jepara Gelontorkan Rp 55 Miliar untuk Benahi Pariwisata

03 Desember 2018, 00: 45: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

UNGGULAN JEPARA: Wisatawan menyelam untuk menikmati pemandangan terumbu karang dan ikan warna-warni di laut Karimunjawa.

UNGGULAN JEPARA: Wisatawan menyelam untuk menikmati pemandangan terumbu karang dan ikan warna-warni di laut Karimunjawa. (RADAR KUDUS PHOTO)

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara tahun ini memfokuskan pengembangan sektor pariwisata. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya anggaran tahun 2018 untuk membangun sektor pariwisata yang mencapai Rp 55,588 miliar. Bahkan, anggaran tersebut meningkat drastis dibandingkan tahun lalu.

Tahun lalu, pembangunan di sektor pariwisata hanya dialokasikan Rp 15,563 miliar. Jika dibandingkan anggaran tahun ini, maka ada kenaikan sekitar Rp 40 miliar. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan yang cukup besar yang pernah dialami pemkab dalam menyusun anggaran.

Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi, mengatakan, kenaikan itu merupakan komitmen Pemkab Jepara dalam menggenjot sektor pariwisata. Sektor ini dianggap sebagai yang paling efektif dalam meningkatkan devisa daerah.

SEKTOR ANDALAN: Objek Wisata Pantai Kartini menjadi salah satu tempat tujuan para wisatawan. Di Jepara tahun ini sektor pariwisata lebih digenjot.

SEKTOR ANDALAN: Objek Wisata Pantai Kartini menjadi salah satu tempat tujuan para wisatawan. Di Jepara tahun ini sektor pariwisata lebih digenjot. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Selain itu, anggaran menyesuaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022. RPJMD periode ini, berbeda dengan sebelumnya yang menggenjot pembangunan infrastruktur. Kendati demikian, ada beberapa poin di RPJMD periode sebelumnya disinkronkan dengan RPJMD tahun ini.

”Sebenarnya kita ingin anggaran infrastruktur juga meningkat. Tapi kemampuan anggaran yang terbatas. Kendati demikian, kami jamin jika pengerjaan infrastruktur jalan tahun ini akan lebih baik,’’ terang Dian Kristiandi.

Dian menegaskan, jika pembangunan sektor pariwisata tak bisa lepas dari pembangunan infrastruktur jalan. Sebab menjadi percuma jika tempat wisata dibangun dengan baik, namun akses menuju lokasi rusak.

Dia menambahkan, untuk alokasi anggaran puluhan miliar di sektor pariwisata itu, paling banyak akan digunakan untuk pembenahan destinasi wisata. Yakni mempercantik lokasi wisata dengan penambahan sejumlah fasilitas pendukung. Baik wisata pantai maupun wisata alam.

Khusus untuk lokasi wisata yang dikelola desa, pihaknya akan memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan sejauh tak melanggar aturan dengan menyesuaikan anggaran. Aturan yang dimaksud yakni tak tumpang tindih dengan pengalokasian dana desa (DD) di masing-masing desa.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia