Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Kurangi Pencemaran, Suwijiyanto Sulap Limbah Tahu Jadi Biogas

03 Desember 2018, 00: 39: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

PEDULI LINGKUNGAN: Suwijiyanto menunjukkan pembuatan biogas hingga dapat digunakan warga kemarin.

PEDULI LINGKUNGAN: Suwijiyanto menunjukkan pembuatan biogas hingga dapat digunakan warga kemarin. (Vega Ma’arijil Ula/Radar Kudus)

KUDUS – Limbah tahu bisa diubah menjadi biogas, sehingga dapat digunakan untuk memasak. Hal ini membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah tahu dibuang sembarangan ke sungai. Terutama di kali Gelis Kudus yang berada di Desa Ploso, Jati, Kudus.

Kondisi sungai di sekitar desa tersebut, berbau menyengat. Hal ini karena di sekitar sungai itu banyak perusahaan tahu yang membuang limbahnya ke sungai.

Suwijiyanto, warga RT 1/RW 2, Desa Ploso, Jati, berusaha mengurangi pencemaran itu dengan memanfaatkan limbah tahu. Limbah yang masuk ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dibuat menjadi biogas.

Hal ini sudah dimulai sejak sekitar 2003. Dia pun mendapat bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2005. Kini, dia berhasil memprakarsai kampungnya untuk membuat biogas.

Diakui oleh Suwijiyanto, kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah tahu memang masih rendah. Untuk itu, dia mencoba melakukan inisiatif dengan membuat biogas dan telah berjalan sejak 2005. ”Kalau Kudus prakarsanya saya dan alhamdulillah dapat bantuan sejak 2005 sampai 2014.

Apa yang dilakukan oleh Suwijiyanto di Desa Ploso diikuti oleh desa lain. Seperti Desa Jetak, Desa Garung, Desa Pasuruan, dan Desa Mejobo. Saat ini, untuk Desa Ploso telah diikuti sekitar 60 KK.

Suwijiyanto menjelaskan, biogas berasal dari air limbah tahu yang dimasukkan ke dalam tangki pencampur sebelum akhirnya diolah di degester. Setelah diolah degester, ruang kosong hampa udara pada degester akan menyemburkan biogas. Lalu, sisa limbah air tahu dan bakteri akan disalurkan ke sungai dengan kondisi sudah bagus dan tidak mencemari lingkungan.

Dia menambahkan, biogas dapat dimanfaatkan untuk memasak. Beberapa penduduk sekitar telah memasak menggunakan biogas.

Suwijiyanto berharap, pemerintah ikut menyadarkan warga untuk tidak membuang limbah sembarangan. ”Saya berharap pemerintah atau siapapun yang peduli terhadap lingkungan untuk bersama-sama menyadarkan warga yang membuang limbah sembarangan, agar lingkungan di Kudus menjadi lebih baik,” harapnya. (vga)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia