Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Produksi Miras Berkedok Pabrik Kecap Ini Akhirnya Digerebek Polisi

02 Desember 2018, 22: 20: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

DIPASANG POLICE LINE: Sejumlah drum yang berada di dalam ruko yang diduga memproduksi miras berkedok memproduksi kecap.

DIPASANG POLICE LINE: Sejumlah drum yang berada di dalam ruko yang diduga memproduksi miras berkedok memproduksi kecap. (FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS)

KUDUS – Sebuah ruko yang berlokasi RT 4/RW 5, Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, diduga disalahgunakan sebagai pabrik minuman keras (miras). Hal ini diketahui setelah ada penggrebekan dari kepolisian.

Siapa sangka, ruko yang berada persis di selatan Jalan Raya Kudus-Pati, ini jadi tempat untuk meracik miras. Sepintas ruko dengan ukuran sekitar enam kali 12 meter dan berlantai dua itu, tampak tak ada aktivitas mencurigakan.

Kemarin, tempat itu ramai diperbincangkan warga. Namun, belum ada warga yang mengetahui apakah tempat itu merupakan pabrik miras. Sebab, warga mengenal ruko itu sebagai tempat pembuatan kecap.

Wartawan Jawa Pos Radar Kudus mencoba mendatangi tempat tersebut. Dari pantauan luar bagunan dengan rolling door warna cokelat dan cat tembok putih kombinasi oranye itu, tampak kurang terurus.

Sebab, terlihat dari kanopi depan yang dibiarkan rusak. Bahkan atap kanopi ada yang hampir terlepas di bagian depan. Lantai depan juga sudah retak.

Lalu, rolling door ruko juga kurang tertutup alias sedikit terbuka. Pintu itu, terbuka sekitar dua sampai empat sentimeter, sehingga orang yang datang bisa melihat ke dalam ruko. Termasuk saat Jawa Pos Radar Kudus memfoto kondisi bagian dalam ruko menggunakan handphone.

Di dalam ruko terlihat ada sejumlah drum biru berjajar. Ada yang bertumpuk dua. Namun, drum tersebut telah dipasangi police line. Di dalam juga tidak ada aktivitas apapun. Saat itu, juga ada beberapa warga yang mencoba menengok ke dalam.

Salah satunya Munasri, 52. Dia mengaku, tak menyangka roko itu disalahgunakan sebagai tempat pembuatan miras. Selama ini, setahunya digunakan sebagai tempat pembuatan kecap. Sebab, setiap hari ada kendaraan yang datang membawa karung seperti gula.

”Setahu saya pabrik kecap. Dari samping baunya juga manis-manis,” ungkap pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan koperasi di dekat ruko tersebut. Pihaknya juga kerap menyapu di sekitar lokasi, tapi bau yang menyengat dari ruko diacuhkan.

Dia menyampaikan, ruko berlantai dua itu, tidak banyak melakukan aktivitas mencolok dan baru digunakan sekitar dua bulan terakhir. Ketika siang hari hanya ada 1-2 orang masuk untuk melakukan aktivitas secara tertutup.

Beberapa kali juga sempat ada mobil yang menurunkan bahan-bahan untuk produksi. ”Pernah saya lihat dari mobil menurunkan bahan sepeti gula. Kemasannya karungan. Pernah juga mobil pergi membawa barang hasil produksi,” beber pria yang merupakan warga Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus, ini.

Pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan selama lima tahun itu, menyebut, ruko tersebut dikontrak oleh warga yang mengaku dari Kabupaten Demak selama setahun. Hingga saat ini baru ditempati sekitar dua bulan. ”Setahu saya izinnya juga untuk pabrik kecap,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan didamping Kasat Reskim AKP Rismanto membenarkan, jika ruko tersebut memang digunakan sebagai pabrik miras berjenis arak putih. Pihaknya telah melakukan penggerebekan Kamis (29/11) sekitar pukul 16.30.

Dijelaskan, di dalam ruko terdapat sejumlah drum dengan kapasitas 150 liter. Tapi, pihaknya masih mengkaji apakah drum-drum yang berada di dalam ruko tersebut, semuanya sudah jadi miras atau baru bahan-bahan pembuatnya saja. ”Masih dalam pengembangan,” ujarnya saat dimintai keterangan kemarin.

Namun, dari perkembangan sementara, ada dua drum yang menang berisi miras. Sedangkan untuk pelaku, pihaknya belum berani membeberkan secara detail. ”Ini masih kami lakukan penyelidikan. Untuk sementara sudah ada satu pelaku yang kami amankan,” terangnya.

(ks/ruq/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia