Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Lomba Mewarnai Peringati HUT ke-73 PGRI Ditemani Transformer

26 November 2018, 19: 24: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

MERIAH: Peserta mewarnai memadati GOR Bung Karno Wergu Wetan, Kota, Kudus, kemarin. Sementara para ibu menyemangati dari atas tribun.

MERIAH: Peserta mewarnai memadati GOR Bung Karno Wergu Wetan, Kota, Kudus, kemarin. Sementara para ibu menyemangati dari atas tribun. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS – Minggu pagi GOR Bung Karno, Wergu Wetan, dipadati kendaraan sepeda motor dan mobil. Itu merupakan kendaraan guru dan orang tua yang mengantar anak-anaknya mengikuti final lomba mewarnai memperingati HUT ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Tepat pukul 07.00 para peserta sudah menempatkan diri sesuai dengan kategori yang sudah dipersiapkan panitia. Terdiri dari kategori Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK) A dan B, serta katergori SD kelas I, II, dan III.

Acara lomba mewarnai ini, merupakan kerja sama antara PGRI, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, dan Jawa Pos Radar Kudus. Lomba ini dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikpora Kudus Suharto, Kasi PAUD Wiwik Bekti Pratiwi, Ketua PGRI Kudus Kasmudi, Ketua Pusat Kegiatan Guru (PKG) PAUD Kudus Christina, serta jajaran manajer Jawa Pos Radar Kudus.

Sebelum kertas berisi gambar untuk peserta dibagikan, Kabid Dikdas Suharto mewakili Kepala Diskdikpora Kudus Joko Susilo, menyampaikan, anak-anak yang mengikuti lomba diimbau untuk tidak takut. Harus berani.

”Ini semua adalah teman. Jadi, tidak usah takut. Biar guru atau orang tua menunggui di luar area lomba. Ajarkan anak untuk percaya diri, supaya berani tampil sendiri,” ungkapnya.

Usai memberikan sambutan, giliran Pemred Online Jawa Pos Radar Kudus Ugik WP, memberikan paparan untuk jumlah peserta yang ikut. Yakni ada 650 peserta. Terdiri dari kategori PAUD berjumlah 424 peserta dan SD berjumlah 226 peserta.

”Anak-anak yang ikut final termasuk pilihan. Kalian semua hebat. Jadi, tidak usah merasa takut. Kami sediakan waktu 1,5 jam untuk menyelesaikan mewarnai,” terangnya.

Kemudian, Ketua PGRI Kudus Kasmudi memberikan semangat dengan mengajak peserta yel-yel ”Hebat Sukses Luar Biasa”. Sambil mengangkat tangan dan mengacungkan jempol ke depan.

Sekitar pukul 09.00 panitia membagikan kertas gambar dengan media koran. Peserta langsung mulai mengerjakan. Panitia juga membantu menuliskan nama peserta kategori KB dan TK. Di sela-sela mewarnai muncul Transformer. Tentunya bukan robot sungguhan. Melainkan orang yang memakai kostum mirip Transformer. Tujuannya untuk menghibur peserta.

”Selain itu menghibur peserta, Transformer ini simbol dari revolusi industri IV. Nantinya, robot-robot akan menguasai dunia. Hal inilah yang ingin kami sampaikan ke anak-anak sebagai gambaran saja,” tegas Kasmudi.

Sembari keliling mengcek peserta lomba mewarnai, Suharto dan Wiwik terus memberikan semangat kepada peserta lomba. Setelah berjalan sekitar 20 menit, mereka meninggalkan lokasi lomba.

Waktu terus berjalan. Satu jam kemudian anak-anak sudah ada yang selesai mewarnai dan dikumpulkan kepada panitia. Setelah dikumpulkan, beberapa anak langsung menghampiri Transfomer untuk berfoto.

Mereka tidak takut, justru anak-anak senang bisa foto bersama tiruan Transformer yang mereka ketahui dari film terkenal mobil bisa berubah menjadi robot itu. Seperti salah satu peserta Kevin. Dia mengatakan, tahu film Transformer, bahkan punya koleksi robot-robotnya.

”Ada Transformer di sini (GOR, Red). Jadi foto bareng. Suka dengan robot ini, bentuknya keren,” ungkapnya.

Setelah waktu menunjukkan pukul 10.30, peserta harus segera mengumpulkan kertas gambarnya karena waktu sudah selesai dan saatnya penjurian. Ada yang menarik lagi bagi peserta, sambil menunggu pengumuman, ada pertunjukan sulap dari Paulus yang sekaligus menjadi MC lomba mewarnai ini.

Anak-anak langsung mengerumuni pesulap yang identik dengan topi itu. Mereka pun memperhatikan dengan seksama. Pesulap mengajak interaksi anak-anak untuk menebak sulap tersebut. ”Kalau berhasil mendapatkan hadiah payung dan jajanan,” teriak Paulus.

Mereka menyaksikan sulap itu sekitar seperempat jam. Hasil pemenang sudah diberikan dewan juri kepada MC untuk diumumkan. Beberapa orang tua harap-harap cemas. Siapa pemenangnya. Tapi ada juga yang langsung pulang, karena anaknya sudah lelah.

Pemenang mendapatkan piagam, tropi, serta uang pembinaan. Nama-nama pemenang juga diumumkan di koran Jawa Pos Radar Kudus.

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia