Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Rembang

Luncurkan Omah Athek-athek, Gus Mus: Pemuda Jangan Andalkan Proposal

25 November 2018, 22: 56: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

DILAUNCHING: Gus Mus saat menandatangani peluncuran omah athek-athek pada Jumat (23/11) malam lalu.

DILAUNCHING: Gus Mus saat menandatangani peluncuran omah athek-athek pada Jumat (23/11) malam lalu. (HUMAS PEMKAB FOR RADAR KUDUS)

REMBANG – Pengasuh Pondok Pesantren Raudalut  Thalibin, KH Mustofa Bisri mendorong pemuda di Rembang untuk kreatif. Gus Mus yang juga Ketua Dewan kehormatan RCCN (Rembang Creative Community Network) tidak ingin mereka cengeng. Apalagi suka mengandalkan proposal.  

Pesan ini diutarakan saat Gus Mus meluncurkan rumah kreatif atau omah athek-athek, di  Sudirman, Ruko KSP Utama Karya pada Jumat kemarin. Dihadapan tamu undangan, Gus Mus berharap, setelah diluncurkan, tempat ini dapat dioptimalkan. Khususnya  sebagai wadah atau rumahnya pemuda-pemuda kreatif Rembang.

”Rumah kreatif ini dapat digunakan kreativitas pemuda. Tidak hanya bidang ekonomi, termasuk budaya dan sebagainya,” ungkapnya di sela-sela peluncuran.

Jangan sampai pemuda-pemuda yang dikumpulkan RCCN, lalu menjadi tidak kreatif dan cengeng. Sebaliknya mereka harus interaksi, untuk menumbuhkan kreativitas yang lain. Untuk mendukung Rembang menjadi kota kreatif.

”Di sini ada Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Jangan sampai anak-anak muda sedikit-sedikit menjadi cengeng.  Lalu mengandalkan proposal.  Kreatif itu termasuk kreativitas dalam mencari dana,” pesannya

 Gus Mus turut berbicara  potensi Kabupaten Rembang yang sangat besar. Utamanya dari sisi garis pantainya. Karena di Rembang lebih panjang dari Iskandariyah Mesir dan Casablaca Maroko.

Bahkan Kuwait yang tidak memiliki pantai dapat membuat pantai buatan. Bahkan  itu semua laku dijual. Selain itu pusat batik Rembang diakui Gusmus tidak kalah dengan batik Pekalongan dan Jogja.

Sementara itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengapresiasi dan bangga adanya rumah kreatif yang baru diluncurkan. Hafidz juga berpesan adanya komunikasi baik, antara stakeholder terkait maupun pemuda Rembang.

”Meskipun kreatif tapi juga harus memiliki arah serta batasan-batasan. Sehingga tidak melebar kemana-mana,” pesannya.

Menanggapi permintaan Gus Mus agar pemuda tidak cengeng, secara pribadi Hafidz setuju terkait pesan diatas. Artinya tidak boleh putus asa sebelum berbuat. Demikian bupati berjanji untuk memantau perkembangan dan men-support kegiatan-kegiatan.

Sebelumnya Ketua RCCN Ahmad Rifan menyampaikan launching omah athek-athek diramaikan berbagai macam atraksi. Seperti pantomim, thong-thong klek, drama kolosal perang Lasem dan berbagai macam lainnya.

”Kreativitas tidak dapat terlepas dari hak asasi manusia. RCCN mendukung upaya pemanfaatan energi terbarukan. Selain itu kreativitas tidak hanya terbatas pada 16 sub sektor ekonomi kreatif tapi dapat dikolaborasikan sektor lainnya seperti sektor pertanian,” imbuhnya.

(ks/noe/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia